Ikhlas Bakti, Bina Bangsa, Pramuka Paser Terus Maju
Admin Pandu Paser mengucapkan selamat atas dilantiknya Mabiran dan Kwartir Ranting Tanah Grogot Masa Bhakti 2014 - 2019 tanggal 21 Januari 2015

Slide Foto Raker Kwarran

Rapat Kerja Kwarran Slideshow: Kwarran’s trip to Indonesia was created by TripAdvisor. See another Indonesia slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.

Slide Foto LT II

Kegiatan Lomba Tingkat II Slideshow: Kwarran’s trip to Indonesia was created by TripAdvisor. See another Indonesia slideshow. Take your travel photos and make a slideshow for free.

Senin, 04 April 2016

Kebahagiaan tidak bisa dikejar, tidak bisa dicari, tidak bisa dimiliki untuk diri sendiri, tidak bisa dihabiskan, tidak bisa rusak dan tidak bisa dibeli.
Kebahagiaan adalah pengalaman spiritual dari menikmati setiap detik kehidupan kita dengan penuh rasa cinta, rasa syukur dan terima kasih, serta pengabdian kepada Tuhan yang Menciptakan kita.

Jumat, 13 Maret 2015

Kwarran Tanah Grogot Gelar Kursus Pembina Mahir Pramuka Lanjutan









TANA PASER – Sedikitnya 34 peserta dari sejumlah kecamatan seperti Tanah Grogot, Kuaro, Long Ikis, Muara Komam, Batu Sopang, Batu Engau, dan Tanjung Harapan mengikuti kursus Pembina Pramuka Mahir Lanjutan yang digelar Kwartir Cabang (Kwarcab) Tanah Grogot. Kegiatan yang dipusatkan di SD 025 Sungai Tuak, Kecamatan Tanah Grogot ini dilaksanakan selama 72 jam dan telah digelar sejak Senin (8/3) lalu.

Ketua Pelatih dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan Cabang (Pusdiklatcab) Kwarcab Pramuka Paser, Syahruddin Yahya didampingi salah anggota Pusdiklat, Sudirman mengungkapkan kalau kegiatan difokuskan pada praktik lapangan hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan para pembina pramuka, di mana isinya adalah pendidikan kepramukaan, pendidikan kegiatan di alam terbuka serta metode kepramukaan. Materi lain adalah pertemuan Pramuka Siaga serta organisasi dan administrasi perindukan.

“Kita berharap semua peserta yang mengikuti kegiatan ini, bisa mengimplementasikan yang didapat dengan baik di sekolahnya masing-masing, sehingga ke gerakan pramuka di Kabupaten Paser ini bisa berjalan dengan baik sesuai harapan,” ujar Syahruddin diamini Sudirman, saat berbincang dengan Paser Pos, Kamis (12/3).

Disebutkan Syahruddin hingga sejauh ini pihaknya sudah melaksanakan kursus untuk tingkat dasar sebanyak delapan kali sepanjang 2014 hingga Maret 2015 yang telah diikuti sekitar tujuh ratusan peserta sedangkan untuk tingkat lanjutan sudah sekitar seratus lebih peserta.

Kegiatan ini ternyata mendapat perhatian dari salah satu legislator di parlemen Paser, Ambo Pendrei yang ikut melihat dan memantau kegiatan kepanduan ini. Dimintai pandangannya terkait kegiatan ini, Ambo Pendrei mengaku sangat respek dengan kegiatan kepramukaan ini, karena biar bagaimana pun ia pernah mengikuti kegiatan semacam ini saat sebelum terpilih sebagai wakil rakyat.

“Kegiatan pramuka sudah selayaknya mendapat dukungan dari berbagai pihak, karena kegiatan ini bisa menjadi filter yang efektif bagi anak-anak dan pemuda kita dari kegiatan negatif. Banyak pengetahuan yang kita dapatkan dengan ikut pramuka,” tutup anggota Komisi III DPRD Paser itu. (paserpost)


Selasa, 03 Februari 2015

Rutan II Tanah Grogot Bentuk Gudep Komunitas






TANA PASER–Rumah Tahanan Kelas IIB Tanah Grogot resmi memiliki Gugus Depan (Gudep) Pramuka. Hal itu ditandai dengan dilantiknya Kepala Rutan IIB Rutan Tanah Grogot, H Husni Thamrin SAg MM sebagai Ketua Majelis Pembimbing Gudep Suhardho SH 01.033/01.034 Gerakan Pramuka Satuan Komunitas Pangkalan Rutan Tanah Grogot.

Pelantikan dilakukan oleh Ketua Kwarran (Kwartir Ranting) Tanah Grogot Rusnawati SPd di ruang pertemuan Rutan Tanah Grogot, Selasa (3/2). Ditemui di sela kegiatan, Husni Thamrin mengatakan, melalui kegiatan pramuka diharapkan mampu memberi pengaruh positif bagi warga binaan Rutan terutama dalam memotivasi berbagai kegiatan-kegiatan kreatif sehingga nantinya warga binaan bisa menjadi warga yang lebih berguna di tengah-tengah masyarakat.
 
“Dengan adanya kegiatan pramuka di Rutan, kita berharap bisa lebih mengukuhkan lagi rasa kebersamaan dan persaudaraan yang telah terjalin. Dan untuk mengisi kebutuhan rohani warga binaan, kita telah menggandeng Kementerian agama dan MUI Paser untuk membentuk mental spiritual, sedangkan untuk pembentukan karakter kita bekerja sama dengan Kwarran Tanah Grogot,” papar pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Rutan Tenggarong itu.
 
Di bagian lain Rusnawati saat memberikan arahannya kepada warga binaan yang hadir dalam kegiatan tersebut mengungkapkan, terbentuknya Mabigus dan Gudep merupakan perangkat dalam upaya menggerakkan kegiatan pramuka di lingkungan lembaga pemasyarakatan. Rusna mengatakan, pramuka memiliki gerakan khas.

Dengan menjadi anggota pramuka atau pengurus pramuka, tidak ada istilah pensiun dan batasan umur, di mana pengabdiannya hingga akhir hayat. “Dalam Dasa Dharma Pramuka terkandung nilai-nilai agamis yang cukup kental, seperti kalimat Pramuka tidak pernah putus asa, rajin dan tabah. Namun yang paling memberikan pesan yang cukup dalam adalah kalimat suci dalam tindakan dan perbuatan,” tutup Rusnawati ( SuS )


Sumber : Paser Post

Minggu, 25 Januari 2015

Gudep Pramuka Diminta Ikut Akreditasi

Kak Kwarcab Paser HM.Sidik Said melantik Mabiran Tanah Grogot
Foto : Ketua Kwarran terpilih Kak Rusnawati,S.Pd.M.Si saat dilantik

Pandu Paser –Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Paser HM Sidik, meminta agar gugus depan (Gudep) gerakan pramuka yang ada di Kabupaten Paser untuk memersiapkan diri mengikuti akreditasi gudep. Sebagai ujung tombak pendidikan kepramukaan, gudep diharapkan mampu mengatur diri sendiri dalam upaya meningkatkan dan menjamin mutu secara terus-menerus, baik masukan, proses pendidikan kepramukaan maupun keluaran berbagai program dan layanan yang diberikan kepada anggotanya.
“Kegiatan pramuka saat ini telah banyak modifikasi sesuai dengan program-program yang ada di Pemkab Paser,” kata Sidik. Oleh karenanya, ia menambahkan, pramuka di Kecamatan Tanah Grogot jangan tertinggal baik dalam hal kedisiplinan dan dapat tampil dalam kegiatan-kegiatan apapun mendukung kesuksesan program-program yang ada,” pesan Kepala Satpol PP Paser saat acara pelantikan Mabiran dan Pengurus Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Tanah Grogot masa bakti 2014-2019, Rabu (21/1).
Lebih lanjut Sidik menjelaskan, dalam rangka mewujudkan akuntabilitas publik, gudep harus secara aktif membangun sistem penjaminan mutu internal sehingga gugus depan harus diakreditasi oleh kwartir Gerakan Pramuka. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Kwarcab Kabupaten Paser HM Sidik SH, Kepala Pusdiklatcab Paser Drs H Syahruddin Yahya, Sekretaris Cabang Pramuka Paser M. Hasan, Kapolsek Tanah Grogot, serta Majelis Pembimbing Gugus Depan dan para Pembina Gerakan Pramuka se-kwarran Kecamatan Tanah Grogot.
Dalam kesempatan tersebut Camat Kecamatan Tanah Grogot HM Guntur didaulat untuk menyampaikan ikrar yang menyatakan kesediaannya menjadi pengurus Mabiran serta menyetujui isi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD / ART) Gerakan Pramuka. Hal yang sama juga dilakukan Rusnawati SPd MSi selaku Ketua Kwartir Ranting masa bakti 2014-2019 yang didampingi 4 wakil ketua diantaranya Drs Sudirman M MSi, H Hasir SPd, Saparuddin SPd, dan Joko Sulistyo Purnomo SPd

Kamis, 22 Januari 2015

Bentuk Lambang Kwartir Daerah Kalimantan Timur


Lambang kwartir daerah Kalimantan Timur telah mengalami perubahan. lambang yang saat ini digunakan adalah hasil rancanga Kak Supriyatna yang telah digunakan sejak Nopember 1992. Pemberlakuannya didasarkan pada Surat Keputusan Kwartir Daerah Nomor : 27 Tahun 1992.
Lambang ini berbentuk perisai dengan sisi lurus mendatar sepanjang 6 cm dan panjang garis tinggi 8 cm. Jari-jari kelengkungan 4,2 cm dengan pusat kelengkungan berjarak 4 cm dari sisi mendatar dan 1,8 cm dari sisi kiri dan kanan.
Lambang kwarda Kalimantan Timur didominasi oleh warna dasar hijau dengan gambar hewan pesut berwarna putih, tunas kelapa berwarna merah, bintang berwarna kuning, dan tiga garis bergelombang berwarna putih. Di bagian atas terdapat tulisan "Kalimantan Timur" dengan warna merah di atas dasar berwarna putih. Perisainya diberikan bingkai berwarna hitam.






Arti Kiasan Lambang Kwarda Kalimantan Timur Warna-warna dalam lambang kwarda Kalimantan Timur mengandung arti kiasan, yaitu :
Warna Hijau berarti kesuburan dan kekayaan alam.
Warna Hitam berarti kekuatan, kekokohan dan ketangguhan.
Warna Kuning berarti kemuliaan, keagungan dan kejayaan bangsa.
Warna Merah berarti semangat perjuangan yang menyala.
Warna Putih berarti kesucian hati, keindahan perasaan, budi pekerti yang luhur dan moral yang tinggi.
Selain pada warna, gambar-gambar dalam lambang kwartir daerah Kalimantan Timur pun mengandung makna kiasan, yaitu :
Perisai berwarna hijau berbingkai hitam berarti satu kesatuan kekuatan yang kokoh yang terdapat di bumi Kalimantan Timur.
Bintang berwarna kuning pada bagian atas berarti tingginya nilai-nilai ketuhanan dan kehidupan agamis yang ada di Kalimantan Timur.
Pita (di bagian atas) mengandung arti ruang lingkup suatu rumpun, yang merupakan wadah berhimpun menggalang persatuan dan persaudaraan bagi pramuka.
Tulisan KALIMANTAN TIMUR berarti wadah atau wilayah berhimpun, yakni Kalimantan Timur.
Silhouete tunas kelapa berwarna merah berarti keberadaan Gerakan Pramuka tumbuh dan berkembang di daerah Kalimantan Timur.
Silhouete ikan Pesut Mahakam sebagai satu diantara kekayaan alam yang hanya terdapat di Kalimantan Timur, berarti adanya suatu keunikan dan ciri khas tersendiri, yakni adat istiadat dan kebudayaan daerah Kalimantan Timur.
garis bergelombang tiga ruas, melambangkan sungai-sungai yang juga merupakan kekayaan alam sekaligus kebanggaan masyarakat Kalimantan Timur, mempunyai makna selalu bergerak dinamis yang dilandasi dengan Kode Kehormatan (Tri Satya) Gerakan Pramuka

Kamis, 12 Juni 2014

Komponen dan Standar pada Akreditasi Gugusdepan


Gugusdepan disingkat Gudep adalah kesatuan organik terdepan dalam Gerakan Pramuka yang merupakan wadah untuk menghimpun anggota Gerakan Pramuka dalam menyelenggarakan kepramukaan, serta sebagai wadah pembinaan bagi anggota muda.
Gugus depan merupakan ujung tombak pendidikan kepramukaan harus mampu mengatur diri sendiri dalam upaya meningkatkan dan menjamin mutu secara terus-menerus, baik masukan, proses pendidikan kepramukaan maupun keluaran berbagai program dan layanan yang diberikan kepada anggotanya.
Dalam rangka mewujudkan akuntabilitas publik, gugus depan harus secara aktif membangun sistem penjaminan mutu intemal. Untuk membuktikan bahwa sistem penjaminan mutu internal telah dilaksanakan dengan baik dan benar, gugus depan harus diakreditasi oleh kwartir Gerakan Pramuka.
Dengan sistem penjaminan mutu yang baik dan benar, gugus depan akan mampu meningkatkan mutu, menegakkan otonomi, dan mengembangkan diri sebagai ujung tombak pendidikan kepramukaan dan kekuatan moral masyarakat secara berkelanjutan.

Akreditasi Gugusdepan mempunyai tujuan adalah sebagai berikut :
a.    Menjamin gugus depan yang terakreditasi telah memenuhi standar mutu yang ditetapkan oleh Kwartir Nasional, sehingga mampu memberikan perlindungan bagi masyarakat dari penyelenggaraan pendidikan kepramukaan yang tidak memenuhi standar.
b.    Memotivasi gugus depan untuk terus-menerus melakukan perbaikan dan mempertahankan mutu yang tinggi.
 Selanjutnya akreditasi gugus depan adalah seluruh proses kegiatan evaluasi dan penilaian secara komprehensif atas komitmen gugus depan terhadap mutu dan kapasitas penyelenggaraan program pendidikan kepramukaan yang akan dilakukan oleh Tim Asesor yang ditugaskan oleh kwartir. Untuk menentukan kelayakan gugus depan hatus menunjukkan bukti-bukti yang dipersyaratkan dalam akreditasi tersebut.

STANDAR AKREDITASI GUGUS DEPAN
Standar akreditasi terdiri atas beberapa parameter (indikator kunci) yang dapat digunakan sebagai dasar :
1. Penyajian data dan informasi mengenai kinerja, keadaan dan perangkat gugus depan, yang dituangkan dalam instrumen akreditasi;
2. Evaluasi dan penilaian mutu kinerja, keadaan dan perangkat gugus depan,
3. Penetapan kelayakan gugus depan untuk menyelenggarakan program-programnya; dan
4. Perumusan rekomendasi perbaikan dan pembinaan mutu gugus depan.

KOMPONEN AKREDITASI
Komponen yang akan di akreditasi di gugus depan mencakup:
1. Data keanggotaan
2. Standar Administrasi Gugus depan
3. Standar Pengelolaan Gugus depan
4. Standar Kompetensi Pembina
5. Standar Kegiatan Gugus depan
6. Standar Pencapaian SKU, SKK dan SPG
7. Standar Sarana Prasarana
8. Pengalaman Pembina mengikuti kegiatan pada Bidang
Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
9. Penghargaan dan Prestasi

Deskripsi setiap komponen itu adalah sebagai berikut.
1. Data keanggotaan
Keanggotaan dalam Gerakan Pramuka terdiri atas anggota muda dan anggota dewasa. Anggota muda adalah anggota biasa yang terdiri atas Pramuka Siaga, Pramuka Penggalang, Pramtika Penegak dan Pramuka Pandega. Anggota dewasa dalam gugus depan adalah anggota dewasa yang masih aktif sebagai fungsionaris dalam organisasi yaitu Pembina Pramuka dan anggota Majelis Pembimbing Gugus depan.
Gugus depan lengkap terdiri atas :
a. Pramuka Siaga yang dihimpun dalam Perindukan Siaga.
b. Perindukan Siaga terdiri atas 3-4 barung, masing-masing barung maksimum beranggotakan 6 orang Pramuka Siaga.
c. Tim Pembina Perindukan Siaga terdiri atas 1 Pembina Siaga dan 3 Pembantu Pembina Siaga.
d. Pramuka Penggalang yang dihimpun dalam Pasukan Penggalang
e. Pasukan Penggalang terdiri atas 3-4 regu, masing-masing regu beranggotakan 6-8 orang Pramuka Penggalang.
f. Tim Pembina Pasukan Penggalang terdiri atas 1 Pembina Penggalang dan 2 Pembantu Pembina Penggalang.
g. Pramuka Penegak yang dihimpun dalam Ambalan Penegak
h. Ambalan Penegak terdiri atas 12-32 orang Pramuka Penegak, dibagi menjadi 3-4 kelompok yang disebut sangga.
i. Tim Pembina Ambalan Penegak terdiri atas 1 Pembina Penegak dan 1 Pembantu Pembina Penegak.
j. Pramuka Pandega yang dihimpun dalam Racana Pandega terdiri atas paling banyak 30 orang Pramuka Pandega dan tidak dibagi dalam kelompok kecil.
k. Tim Pembina Racana Pandega terdiri atas 1 Pembina Pandega dan Nara sumber Ahli.

2. Standar Administrasi Gugusdepan
Gugus depan di lingkungan Gerakan Pramuka merupakan pusat gerak dan wadah pembinaan Pramuka, oleh karena itu dukungan administrasi perlu dilaksanakan secara tertata dan tertib namun sederhana sebagai landasan penentuan arah perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian kegiatan serta penentuan langkah-langkah lanjutan karena terdapat unsur keterkaitan dengan administrasi kwartir.
3. Standar Pengelolaan Gugusdepan
Pengelolaan gugus depan merupakan aspek penting untuk menjamin kelancaran tugas operasional gugus depan, pelaksanaan program dan pencapaian sasaran.
4. Standar Kompetensi Pembina
Pembina, pembantu pembina adalah sumberdaya yang bertanggung jawab atas pencapaian sasaran mutu keseluruhan program pendidikan kepramukaan. Gugus depan sebagai lembaga harus dapat mengelola dan menempatkan sumberdaya pembina dan pembantu pembina sebagai komponen utama untuk menyukseskan program pendidikan kepramukaan dalam rangka mencapai visi dan misinya. Gugus depan harus mempunyai sistem pengelolaan pembina dan pembantu pembina yang lengkap sesuai dengan kebutuhan, perencanaan dan pengembangan.
5. Standar Kegiatan Gugusdepan
Standar kegiatan gugus depan merupakan bagian keglatan yang mengembangkan potensi mental, moral, spiritual, emosional, sosial, intelektual dan fisik sebagai SDM atau pemimpin yang berkualitas di masa datang.
6. Standar Pencapaian SKU-SKK-Syarat Pramuka Garuda
Gugusdepan harus mengembangkan sistem dan proses pembelajaran yang mencenninkan strategi untuk mencapai tujuan, melaksanakan misi dan mewujudkan visinya. Untuk mencapai tujuan tersebut, gugus depan harus memfasilitasi pramuka agar bisa mengembangkan segala potensi yang dimiliki melalui berbagai kegiatan, sehingga mampu mengembangkan nilai-nilai profesionalisme agar dapat beradaptasi secara cepat saat memasuki dunia profesi melalui sistem pembelajaran berdasarkan Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan.
7. Standar Sarana dan Prasarana
Sarana dan prasarana adalah unsur penunjang dalam pelaksanaan pendidikan kepramukaan di gugus depan. Sarana dan prasarana tersebut memerlukan sistem pengelolaan yang mencakup perencanaan, pengadaan, pendataan, pemanfaatan, pemeliharaan, penghapusan, serta pemutahiran. Gugus depan harus memiliki kelengkapan sarana dan prasarana yang diperlukan untuk menunjang pelaksanaan kegiatan dan pedoman tentang sistem klasifikasi, inventarisasi dan informasi keberadaannya.
8. Pengalaman mengikuti kegiatan pada Bidang Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Keaktifan pembina di gugus depan dalam mengikuti kegiatan-kegiatan di luar kegiatan kepramukaan perlu digalakkan dalam rangka peningkatan mutu pembinaan dalam gugus depan tersebut.
9. Penghargaan dan Prestasi
Penghargaan yang diterima dan/atau prestasi yang dicapai oleh gugus depan baik yang diperoleh dari tingkat ranting, cabang, daerah, nasional maupun intemasional.
Selanjutnya hasil evaluasi ini digunakan untuk memperbaiki mutu kinerja gugusdepan tersebut. Setiap gugus depan melengkapi dokumen berupa form-form yaitu instrumen portofolio yang selanjutnya di kirimkan ke kwartir Nasional. Tentang Prosedur dan tehnis akreditasi gugusdepan dan tata cara penilaian telah diatur dalam lampiran Surat keputusan Kwartir Nasional No. 203 tahun 2011


Sumber : pramuka net