Ikhlas Bakti, Bina Bangsa, Pramuka Paser Terus Maju
OLO MANIN ASO BUEN SIOLONDO-HARI BESOK LEBIH BAIK DARI HARI INI

Rabu, 01 November 2023

JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 2.1 PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

SAPARUDDIN

Calon Guru Penggerak

Angkatan 9 Kabupaten Paser Kalimantan Timur

 

 

Assalamualaikum wr wb..

Salam hangat dan bahagia Bapak dan Ibu Guru Hebat. Perkenalkan nama saya SAPARUDDIN Calon Guru Penggerak (CGP) Angkatan 9 Kabupaten Paser asal SD Negeri 004 Tanjung Harapan. Saya akan menuliskan refleksi mengenai kegiatan yang telah saya lakukan pada program guru penggerak di modul 2.1 Pembelajaran Berdiferensiasi.

 

Setelah selama dua minggu mempelajari modul 2.1. Pembelajaran Berdiferensiasi, calon guru penggerak mengikuti pembelajaran melalui sinkronus dan asinkronus dengan alur pembelajaran MERDEKA.

 

M = Mulai dari diri

E = elaborasi Konsep

R = Ruang Kolaborasi

D = Demonstrasi Kontekstual

E = Elaborasi Pemahaman

K = koneksi Antar Materi

A = Aksi Nyata

 

Dalam jurnal dwi mingguan ini, saya akan menuliskan refleksi mengenai kegiatan dan pengalaman saya setelah mempelajari modul 2.1. Saya menuliskan refleksi ini menggunakan model refleksi 4F yang di prakarsai oleh Dr. Roger Greenway.

 

1.    Fact (Peristiwa)

saya memulai kegiatan Pre test untuk modul 2 pada tanggal 20 Oktober 2023, kemudian pada bagian mulai dari diri dengan membuat refleksi diri mengenai bagaimana seorang guru dapat mengelola kelas dan memenuhi kebutuhan belajar murid. Kami diminta membayangkan kondisi kelas dan juga menjelaskan tantangan yang dihadapi dalam proses pembelajaran dikelas serta tindakan yang dilakukan untuk mengatasi tantangan tersebut.

Pada Eksplorasi konsep forum diskusi, saya harus menganalisa video yang tersedia di LMS dan menjawab setiap pertanyaan mengenai video tersebut. Kemudian pada tahap unggah tugas di eksplorasi konsep modul 2.1, saya harus membuat sebuah diagram frayer dengan tujuan untuk mengukur pemahaman saya mengenai pembelajaran berdiferensiasi.

Pada Ruang Kolaborasi tanggal 25 Okotober 2023 bersama fasilitator Bapak Machmud, S.Pd.,M.M, kami melaksanakan diskusi, melaksanakan kesepakatan kelas, menerima penjelasan tentang modul 2.1, melakukan tanya jawab dan membuat kelompok untuk melakukan presentasi di hari berikutnya. Pembagian kelompok dimaksudkan untuk mendiskusikan, menganalisa dan memaparkan mengenai skenario pembelajaran yang ada di LMS, kelompok saya mendapat tugas untuk menganalisis skenario pembelajaran di SD apakah kebutuhan belajar murid sudah terpenuhi atau belum.

Tanggal 26 Oktotebr 2023, kami melaksanakan ruang kolaborasi yang kedua, masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi dan analisa nya secara bergiliran, lalu kelompok yang tidak sedang melakukan presentasi maka harus memberikan tanggapan, saran ataupun pertanyaan. Saya merasa senang bisa berbagi ilmu dan pengalaman dengan sesama rekan  CGP, saya banyak mendapat pemahaman baru mengenai materi yang sedang dibahas. Setelah selesai melaksanakan ruang kolaborasi pada sesi presentasi, lalu kami melakukan unggah tugas ruang kolaborasi di LMS, kelompok kami diberi nama kelpmpok 1 dengan anggota Saparuddin, Nurul Hidayati dan Khlaik Maksum

Tugas kami masih berlanjut di kegiatan Demonstrasi kontekstual, yaitu membuat Rencana Program Pembelajaran (RPP) berdiferensiasi dan mengunggahnya ke dalam LMS. Tak hanya itu, tugas lainnya adalah memberikan kritik, saran dan tanggapan terkait RPP berdiferensiasi yang dibuat oleh rekan CGP lainnya.

Beberapa hari berikutnya, yakni Rabu 31 Oktober 2023 kami bergabung dalam ruang elaborasi pemahaman bersama instruktur Ibu ITA SARIPATI pada pukul 13.00 sd 14.30 wita didampingi oleh fasilitator Bapak Machmud,S.Pd.,M.M., serta pengajar praktik H. Sukirno, S.Pd.,M.Pd, dan rekan CGP lainnya. Kegiatan yang dilakukan adalah menyimak pemaparan instruktur, tanya jawab, dan memperdalam materi pembelajaran berdiferensiasi. Adapun tugas selanjutnya tentang koneksi antar materi yaitu mengaitkan materi modul 2.1 Pembelajaran Berdiferensiasi dengan modul yang sudah kami pelajari sebelumnya. Keterkaitan modul 2.1 pembelajaran berdiferensiasi dengan modul 1.1 filosofi Ki Hajar Dewantara, modul 1.2 nilai dan peran guru penggerak, modul 1.3 visi guru penggerak, dan modul 1.4 budaya positif.

Kegiatan terakhir adalah melakukan aksi nyata mengenai merencanakan pembelajaran berdiferensiasi, walaupun tidak diunggah di LMS namun nantinya akan dipantau langsung oleh Pengajar Praktik pada saat Pendampingan Individu dilaksanakan.

 

2.    FEELING (Perasaan)

Saya merasa bersyukur dan bahagia mendapat ilmu dan pengalaman baru. Pada modul 2.1 saya mendapat ilmu mengenai pembelajaran berdiferensiasi yang awalnya saya merasa belum begitu memahaminya sampai pada saat setelah saya mempelajarinya dan menerima penjelasan dari fasilitator dan instruktur sehingga saya dapat memahaminya. Harapan saya dapat mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi di kelas dan konsisten dalam melaksanakannya. Saya memiliki semangat baru untuk menerapkan dan berbagi ilmu dan pengalaman saya kepada rekan sejawat mengenai pembelajaran berdiferensiasi di sekolah. Tentu saja bukan hal mudah dalam melakukan pembelajaran berdiferensiasi, hal ini membutuhkan kolaborasi dan kreatifitas untuk merancang pembelajaran. Segala sesuatu yang telah dipelajari kemudian dipraktikkan di kelas secara berkelanjutan maka akan mudah untuk dilaksanakannya dan menjadi terbiasa melakukannya.

3.    FINDING (Pembelajaran)

Pembelajaran yang sangat berharga yang diperoleh dari pembelajaran di modul 2.1 adalah tentang pembelajaran berdiferensiasi. Banyak hal baru sebagai modal penting untuk menggali dan meningkatkan minat, bakat dan potensi anak didik di kelas. Berikut beberapa hal mendasar dan penting dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi:

Pembelajaran berdiferensiasi merupakan serangkaian keputusan masuk akal yang dilakukan oleh guru yang berorientasi pada kebutuhan belajar murid. Keputusan masuk akal ini berlandaskan pada tujuan pembelajaran yang didefinisikan secara jelas.

Guru harus mampu merespon kebutuhan belajar murid dengan menerapkan strategi pembelajaran berdiferensiasi, diantaranya:  Diferensiasi konten, Diferensiasi proses, dan Diferensiasi produk. Selain itu, guru juga harus mampu menciptakan lingkungan belajar yang "mengundang" murid untuk belajar, manajemen kelas yang efektif, dan penilaian yang berkelanjutan.Pada tahap awal, tugas guru adalah melakukan pemetaan kebutuhan belajar murid. Terdapat 3 (tiga) aspek dalam memetakan kebutuhan belajar murid, diantaranya: (1) kesiapan belajar, (2) minat belajar, dan (3) profil belajar murid

 

4.    FUTURE (Penerapan)

Setelah selesai mempelajari modul 2.1 hal yang akan saya lakukan agar pembelajaran berdiferensiasi dapat dilaksanakan secara efektif maka langkah awal saya akan memulai memetakan kebutuhan belajar murid di kelas dan merancang pembelajaran berdiferensiasi untuk memenuhi hak belajar murid di kelas. Saya akan terus belajar melalui sumber belajar lainnya, berbagi dan berkolaborasi dengan rekan sejawat dan orang-orang yang memiliki pengalaman dalam pembelajaran berdiferensiasi. Melakukan pengimbasan kepada rekan sejawat di lingkungan sekolah dan bersama-sama melakukan perubahan positif untuk kemajuan pendidikan di lingkungan sekolah yaitu pembelajaran yang berpihak pada murid  sesuai dengan tujuan pendidikan nasional demi 

Kamis, 26 Oktober 2023

2.1.a.8. Koneksi Antar Materi - Modul 2.1

PEMBELAJARAN UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN BELAJAR MURID

OLEH: SAPARUDDIN

CGP ANGKATAN 9 KABUPATEN PASER PROPINSI KALTIM

 


Koneksi Antar Materi Modul 2.1 memuat kesimpulan tentang pembelajaran berdiferensiasi ,bagaimana penerapannya di kelas serta kaitannya dengan modul lainnya.Bagaimana pembelajaran berdiferensiasi dapat memenuhi kebutuhan belajar murid yang menjadikan siswa beragam dapat belajar dengan baik dan aman dalam satu kelas dengan berbagai kebutuhan dan pemenuhan kebutuhannya.


Pertanyaan Pemantik untuk sesi pembelajaran ini adalah:

  1. Apakah saya mengubah pemikiran saya sebagai akibat dari apa telah saya pelajari?

Sejujurnya saya katakan : Ya.

  1. Bagaimana perubahan pemikiran tersebut berkontribusi terhadap pemahaman saya tentang implementasi pembelajaran berdiferensiasi?

Perubahan pemikiran tersebut berkontribusi terhadap pemahaman saya tentang implementasi pembelajaran berdiferensiasi dengan menimbulkan ide baru untuk merubah pembelajaran model lama yang bersifat menyamaratakan pengetahuan dan kebutuhan belajar anak menjadi suatu pembelajaran yang bertujuan memenuhi kebutuhan belajar murid sesuai dengan tingkat kesiapan,minat dan profil belajar murid di kelas.

  1. Bagaimana saya tetap dapat bersikap positif walaupun banyak tantangan dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi ini?

Saya akan berupaya serta tetap optimis belajar dan berkontribusi demi perubahan kearah yang lebih baik,perubahan yang dimulai dari diri sendiri dan lingkungan terkecil semisalnya lingkungan sekolah maupun kelas.

 

PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

Pengertian Pembelajaran Berdiferensiasi

Pembelajaran berdiferensiasi adalah sebuah pembelajaran didalamnya terdapat serangkaian kegiatan guru yang disusun secara sistematis untuk pemenuhan kebutuhan belajar individu murid..Guru bertugas mengakomodir kebutuhan muridnya yang beragam dengan berbagai pendekatan sehingga murid dapat menemukan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Pembelajaran berdiferensiasi adalah usaha guru untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu murid. Thomlinson (1999:14).

Pembelajaran berdiferensiasi adalah serangkaian keputusan masuk akal (common sense) yang dibuat oleh guru yang berorientasi kepada kebutuhan murid dan keputusan di buat berkaitan dengan tujuan pembelajaran,bagaimana guru menanggapi/merespon kebutuhan murid,bagaimana menciptakan lingkungan belajar yang "mengundang" murid untuk belajar dan bekerja keras.mencapai tujuan belajar,manajemen kelas yang efektif,serta penilaian berkelanjutan.

 

Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi

1.       Tujuan Pembelajaran

Guru harus paham capaian pembelajaran dan tujuan pembelajaran agar dapat menetukan bagaiamana ia dapat membantu murid-murid untuk mencapaianya.

2.       Mengetahui dan merespon kebutuhan belajar murid

Guru melakukan pemetaan kebutuhan belajar murid di kelas dengan menggunakan 3 aspek untuk dapat menerapkan pembelajaran yang berdiferensiasi. Adapun 3 aspek tersebut adalah :

  1. Kesiapan belajar murid (Readiness)

Tahap ini adalah dimana murid memiliki kapasitas untuk mempelajari materi,konsep atau keterampilan baru yang membawa murid keluar dari zona aman mereka.Guru memfasilitasi murid dengan dukungan selama dalam pemberian tantangan dalam belajar agar mereka tetap dapat menguasai materi dan keterampilan barunya. Ada banyak cara untuk membedakan kesiapan belajar.Ada 6 contoh perspektif yang dapat digunakan untuk menentukan kesiapan belajar murid. yang terdapat dalam equalizer yang diperkenalkan oleh Tomlison (2001:47).

§  Bersifat mendasar-bersifat transformatif

§  Kongkret-Abstrak

§  Sederhana-Kompleks

§  Terstruktur-Terbuka (Open Ended)

§  Tergantung(Dependent)-Mandiri(Independent)

§  Lambat-Cepat.

Adapun tujuan memperhatikan kebutuhan belajar murid berdasarkan tingkatan kesiapan belajar ini adalah untuk memastikan bahwa semua siswa di berikan pengalaman belajar yang menentang secara tepat (Santangelo & Tomlinson (2009) dalam Josephetal (2013:29).

  1. Minat belajar

Minat merupakan suatu keadaan mental yang menghasilkan respon terarah kepada situasi atau objek tertentu yang menyenangkan dan memberikan kepuasan diri.Tomlinson (2001:53).Minat dapat dilihat dalam 2 perspektif :

§  Minat situasional merupakan keadaan psikologis yang dicirikan oleh peningkatan perhatian,upaya,dan pengaruh yang dialami pada saat tertentu.

§  Minat individu merupakan sebuah kecenderungan individu untuk terlibat dalam jangka waktu lama dengan objek atau topik tertentu.

Beberapa cara yang dapat dilakukan oleh guru untuk menarik minat murid diantaranya :

ü  menciptakan suasana belajar yang menarik

ü  menciptakan konteks pembelajaran yang dikaitkan dengan minat individu murid

ü  mengkomunikasikan nilai manfaat dari apa yang di pelajari

ü  menciptakan kesempatan-kesempatan belajar dimana murid dapat memecahkan persoalan (problem-based-learning)

3.       Profil belajar murid

Bertujuan memperhatikan kebutuhan belajar murid berdasarkan profil belajar adalah untuk memberikan kesempatan pada murid untuk belajar secara alami dan efisien.Profil belajar murid terkait dengan banyak faktor diantaranya :

§  preferensi terhadap lingkungan belajar,misalnya terkait dengan suhu ruangan,tingkat kebisingan,jumlah cahaya,apakah lingkungan belajarnya terstruktur/tidak terstruktur,dsb.

§  pengaruh budaya

§  preferensi gaya belajar dimana murid memilih,memperoleh,memproses,dan mengingat informasi baru.secara umum gaya belajar ada 3, yaitu:

1.       Visual (gambar,flayer,diagram ,peta konsep,dll).

2.       Auditori (penjelasan,audio,pendapat,diskusi)

3.       Kinestetik ( melalui gerakan-gerakan).

4.       preferensi berdasarkan kecerdasan majemuk (multiple intelligences).visual-spasial, musical, bodily-kinestetik, interpersonal, intrapersonal, verbal-linguistik, naturalis, logic-matematika.

 

Guru dapat mengidentifikasi kebutuhan murid dengan berbagai cara. Berikut ini adalah beberapa contoh cara-cara yang dapat dilakukan guru untuk mengidentifikasi kebutuhan belajar murid:

§  mengamati perilaku murid-murid mereka;

§  mengidentifikasi pengetahuan awal yang dimiliki oleh murid terkait dengan topik yang akan dipelajari;

§  melakukan penilaian untuk menentukan pengetahuan, keterampilan, dan sikap mereka saat ini, dan kemudian mencatat kebutuhan yang diungkapkan oleh informasi yang diperoleh dari proses penilaian tersebut;

§  mendiskusikan kebutuhan murid dengan orang tua atau wali murid;

§  mengamati murid ketika mereka sedang menyelesaikan suatu tugas atau aktivitas;

§  bertanya atau mendiskusikan permasalahan dengan murid;

§  membaca rapor murid dari kelas mereka sebelumnya untuk melihat komentar dari guru-guru sebelumnya atau melihat pencapaian murid sebelumnya;

§  berbicara dengan guru murid sebelumnya;

§  membandingkan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dengan tingkat pengetahuan atau keterampilan yang ditunjukkan oleh murid saat ini;

§  menggunakan berbagai penilaian penilaian diagnostik untuk memastikan bahwa murid telah berada dalam level yang sesuai;

§  melakukan survey untuk mengetahui kebutuhan belajar murid;

§  mereview dan melakukan refleksi terhadap praktik pengajaran mereka sendiri untuk mengetahui efektivitas pembelajaran mereka; dll.

 

3.       Lingkungan yang" mengundang" untuk belajar

 

  • Suasana ruangan yang berbeda dapat memberikan perhatian penuh kepada semua murid.Peran guru disini adalah membuat murid nyaman dan leluasa mengungkapkan ide mereka.
  • Beri perhatian yang sama ke semua murid agar semua murid yang memiliki karakter berbeda merasa dipahami dengan sama rata.
  • Perbanyak interaksi
  • Pahami latar belakang murid
  • Support pada murid
  • Menggunakan teknologi
  • Gunakan media pembelajaran dan praktek.

 

  1. Manajemen kelas efektif

Guru mempersiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran yang baik sebelum mengajar ,guru juga harus menguasai materi yang akan disampaikan kepada murid, selain itu guru menampilkan performa mengajar terbaik agar penyampaian materi dapat dimengerti oleh siswa.Menggunakan metode yang sesuai dengan kondisi siswa dengan cara pemilihan metode yang cocok dan sesuai berdasarkan hasil evaluasi dan observasi sebelumnya.Guru dapat mengontrol disiplin siswa agar dapat mengelola kelas dengan baik, melalui kesepakatan kelas menjadikan siswa lebih disiplin ketika akan mengajar di kelas.

 

  1. Penilaian berkelanjutan

Dalam praktek pembelajaran berdiferensiasi ,proses penilaian memegang peranannyang sangat penting. Tomlinson & Moon (2013:18) mengatakan bahwa penilaian adalah proses mengumpulkan,mensistensi,dan menafsirkan informasi di kelas untuk tujuan membantu penggambilan keputusan guru.

Penilaian dapat dipandang dalam 3 perspektif :

1.       Assessment for learning (penilaian yang di lakukan selama berlangsungnya proses pembelajaran dan biasanya digunakan sebagai dasar untuk melakukan perbaikan proses belajar mengajar.Berfungsi sebagai penilaian formatif.

2.       Assessment of learning (penilaian yang dilaksanakan setelah proses pembelajaran selesai.Berfungsi sebagai penilaian sumatif.

3.       Assessment as learning (penilaian sebagai proses belajar dan melibatkan murid-murid secara aktif dalam kegiatan penilaian tersebut.Penilaian ini juga dapat berfungsi sebagai penilaian formatif.

 

                 Asesmen formatif memungkinkan guru untuk mengenal murid mereka dengan baik,oleh karena itu guru dapat membuat keputusan terbaik demi menantang murid dengan tepat dan melibatkan murid dalam pembelajaran.

 

 

Keterkaitan Antara Materi Dalam Modul 2.1 Dengan Modul Lainnya

  • Pembelajaran berdiferensiasi kaitannya dengan filosofi pendidikan KI Hajar Dewantara

            Dalam materi filosofi KHD menegaskan bahwa pendidikan harus berpihak pada murid. KHD melarang adanya paksaan kepada murid karena akan mematikan jiwa merdeka serta kreatifitasnya.KHD menjelaskan bahwa tujuan pendidikan yaitu : menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak,agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat.Oleh sebab itu,pendidikan itu hanya dapat menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak,agar dapat memperbaiki lakunya (bukan dasarnya) hidup dan tumbuhnya kekuatan kodrat anak.Hal ini selaras dengan pembelajaran berdiferensiasi, dimana pembelajaran berorientasi kepada kebutuhan murid .

  • Pembelajaran berdiferensiasi kaitannya dengan Nilai-Nilai Dan Peran Guru Penggerak

Nilai dan peran guru yang diharapkan dalam pembelajaran berdiferensiasi adalah Nilai reflektif yang dapat menumbuhkan dan senantiasa memaknai pengalaman belajar yang diberikan baik bagi murid maupun orang disekelilingnya yang memiliki variasi pengalaman belajar yang berbeda-beda secara positif,apresiatif,dan produktif. Guru memiliki nilai reflektif terhadap proses pembelajaran yang sudah dilaluinya bersama murid; harus inovatif membuat media pembelajarn yang sesuai dengan kebutuhan murid; dan harus mampu berkolaborasi dengan murid, sesama guru, dan orang tua murid untuk mendapatkan informasi tentang karakter belajar murid.

  • Pembelajaran berdiferensiasi kaitannya dengan visi guru penggerak

Guru Penggerak memiliki Visi untuk melakukan perubahan positif pada pembelajaran yang berpihak pada murid. melalui strategi pendekatan Inquiry Apresiatif, guru akan menemukan kekuatan yang dimilikinya untuk mewujudkan VISI tentang murid impiannya sehingga dengan pembelajaran berdiferensiasi murid dapat terpenuhi kebutuhan belajarnya.

  • Pembelajaran berdiferensiasi kaitannya dengan budaya positif

Salah satu tanggung jawab seorang guru adalah bagaimana menciptakan suatu lingkungan positif yang terdiri dari   warga sekolah yang saling mendukung,saling belajar,saling bekerja sama sehingga tercipta kebiasaan-kebiasaan baik akan tumbuh menjadi karakter-karakter baik warga sekolah,dan pada akhirnya karakter-karakter dari kebiasan-kebiasaan baik akan membentuk sebuah budaya positif.Lingkungan yang positif terwujud karena adanya budaya positif yang lahir dari disiplin internal dalam komunitas belajar.



SALAM GURU PENGGERAK
"TERGERAK, BERGERAK MENGGERAKAN"

Rabu, 18 Agustus 2021

DISDIKBUD PASER SELENGGARAKAN DIKLAT

 
Tana Paser-Media pembelajaran merupakan komponen yang ikut andil dalam terlaksananya proses pembelajaran dalam tingkat satuan pendidikan. Begitu pentingnya media pembelajaran terlihat dari interaksi pembelajaran yang terjadi. Semakin baik dan menarik media yang digunakan dalam proses belajar semakin mudah mencapai tujuan pembelajaran. Media pembelajaran tidak hanya digunakan pada jenjang pendidikan dasar, pertama menengah dan perguruan tinggi. Akan tetapi juga dapat digunakan pada jenjang pendidikan anak usia dini hal ini disampaikan Murhariyanto Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Paser pada kegiatan sambuatan pembukaan pendidikan dan pelatihan peningkatan mutu pendidik dengan materi pembuatan video pembelajaran selama 3 hari melalui virtual zoom meeting (18/8).

Dengan adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, menuntut guru-guru untuk dapat menghadirkan media pembelajaran yang representatif, melalui program ini, guru akan diperkenalkan tentang pembuatan video pembelajaran dengan menggunakan aplikasi  Kinemaster. Disamping itu, guru juga akan dilatih dalam merancang dan membuat media pembelajaran video sesuai dengan perencanaan pembelajaran yang telah dibuat oleh guru, kata Erni Susanti Kabid Pembinaan Ketenagaan Disdikbud Paser

Pada kesempatan Ketua Komunitas Guru Kreatif Kabupaten Paser Saparuddin mengatakan pada media ini bahwa pendidikan dan pelatihan untuk peningkatan kompetensi guru dalam pembuatan pembuatan video pembelajaran, menggunakan aplikasi kinemaster sehingga diharapkan guru mampu mengaplikasikan hasil pelatihan ini selama 3 hari dengan jumlah jam pelajaran sebanyak 30, yang tentunya para peserta akan mendapat sertifikat apabila mencapai 30 Jam Pelajaran atau selama mengikuti kegiatan diklat selama 3 hari berturut-turut.

Untuk peningkatan kompetensi para guru dalam hal pembuatan video pembelajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Paser juga mempersiapkan fasilitas studi pendididikan yang nantinya akan dipergunakan para guru guru kreatif serta guru-guru yang ada di Kabupaten Paser terkhusus lagi guru-guru SD dan SMP, tambah Sapar *)

*) Ketua Komunitas Guru Kreatif Paser

Selasa, 18 Mei 2021

LOGO 60 TAHUN GERAKAN PRAMUKA DALAM 3 VARIAN

 




Kwartir Nasional Gerakan Pramuka (Kwarnas) telah mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 27 Tahun 2021 tentang Logo 60 (Enam Puluh) Tahun Gerakan Pramuka. Tahun 2021, Gerakan Pramuka genap berusia 60 Tahun terhitung sejak dikeluarkannya Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka. Dalam rangka mendukung penyelenggaraan Peringatan 60 (enam puluh) Tahun Gerakan Pramuka, Kwarnas memandang perlu menetapkan logo 60 (enam puluh) Tahun Gerakan Pramuka yang dituangkan dalam surat keputusan.

Dalam Surat Keputusan tertanggal 23 Februari 2021 tersebut Kwarnas juga menginstruksikan kepada seluruh jajaran Kwartir, satuan karya, satuan komunitas, dan gugus depan untuk menggunakan Logo 60 (enam puluh) Tahun Gerakan Pramuka di setiap kegiatan yang dilaksanakan tahun 2021. Berikut adalah logo 60 tahun Gerakan Pramuka yang ditetapkan oleh Kwarnas. Logo 60 Tahun Gerakan Pramuka (SK Kwarnas 027 Tahun 2021)

Adapun makna logo tersebut secara rinci disampaikan oleh Kwarnas yaitu,

·         Warna Menah berarti berani dan kesatria, sedangkan putih berarti rela dan tulus dalam berbakti. Angka 60 melambangkan tahun keenampuluh hadirnya Gerakan Pramuka, dengan angka “6” yang tangkainya bekombinasi daun nyiur yang meenunjukkan kecintaan Pramuka pada tanah air.

·         Lambang WOSM di tengah angka “0” menunjukkan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi kepanduan di lndonesia dan satu-satunya yang diakui oleh organisasi kepanduan dunia. Selain itu, dalam logo 60 tahun Gerakan Pramuka yang ditetapkan oleh Kwarnas tersebut juga terdapat slogan “Berbakti Tanpa Henti,” yang tentunya bermakna bahwa seluruh anggota Gerakan Pramuka selalu siap sedia untuk berbakti sampai kapanpun.


Kamis, 06 Mei 2021

SD NEGERI 035 TANAH GROGOT BERBAGI ..........


Sebanyak 6 siswa yatim piatu  SD Negeri 035 Tanah Grogot Kabupaten Paser, mendapatkan bantuan paket lebaran 




 Siswa Penerima bantuan paket lebaran dari SD NEGERI 035 Tanah Grogot