Ikhlas Bakti, Bina Bangsa, Pramuka Paser Terus Maju
OLO MANIN ASO BUEN SIOLONDO-HARI BESOK LEBIH BAIK DARI HARI INI

Selasa, 15 April 2014

Perubahan DASA DARMA PRAMUKA dari masa ke masa

Perubahan DASA DARMA PRAMUKA  dari masa ke masa terus mengalami perubahan yang bertujuan untuk menyempurnakan, Sejak dikeluarkannya Keputusan Presiden (Keppres) Nomor : 238 tahun 1961, Dasa Darma Pramuka adalah kode kehormatan yang merupakan janji ketentuan moral bagi pramuka. Pada UU Pramuka No. 12 tahun 2010 bahwa Darma Pramuka terdiri atas 10 (sepuluh) ketentuan darma  dan yang kemudian dalam ART Gerakan Pramuka disebut dengan Dasadarma ,

Berikut perkembangan atas perubahan dasadarma dari waktu ke waktu sebagai berikut :

I. Pada masa tahun 1961 – 1966.
Dasa Darma sbg lampiraan Keppres 238 Tahun 1961 yang merupakan hasil rumusan Panitia V pada Pembentukan Gerakan Pramuka.  Berisikan  :
1. Pramuka itu dapat dipercaya
2. Pramuka itu setia
3. Pramuka itu sopan dan perwira
4. Pramuka itu sahabat sesama manusia dan saudara bagi tiap-tiap pramuka
5. Pramuka itu penyayang sesama makhluk
6. Pramuka itu siap menolong dan wajib berjasa
7. Pramuka itu dapat menjalankan perintah tanpa membantah
8. Pramuka itu sabar dan riang gembira dalam segala kesukaran
9. Pramuka itu hemat dan cermat
10. Pramuka itu suci dalam fikiran, perkataan dan perbuatan.

II. Pada masa tahun 1966 – 1974.
Dasa Darma  merupakan hasil MUKERANPUDA ( sekarang Munas) tahun 1966, Berisikan,
1. Kami Pramuka Indonesia , bertakwa kepada Than YME
2. Kami Pramuka Indonesia,  berjiwa pancasila dan patriot Indonesia yang setia
3. Kami Pramuka Indonesia,  giat melaksanakan amanat penderitaan rakyat
4. Kami Pramuka Indonesia, ikhlas berkorban untuk keadilan dan kemulyaan Indonesia
5. Kami Pramuka Indonesia, bergotongrooyong membangun masyarakat Pancasila
6. Kami Pramuka Indonesia, dapat dipercaya dan berbudi luhur
7. Kami Pramuka Indonesia, hemat, cermas dan bersahaja
8. Kami Pramuka Indonesia, pantang putus asa dalam menanggulangi kesukaran
9. Kami Pramuka Indonesia, berjuang dg rasatanggungjawab dan gembira utk dapat berguna
10. Kami Pramuka Indonesia, berwatak kasatriadan bertindak dg disiplin.


III. Pada masa tahun 1974 – 1978
Berdasarkan amanat MPP 1970 dan Munas 1974 (Munas di Bukit Tinggi ) , merekomendasikan perubahan atas teks Dasa Darma.
Selanjutnya pada hasil  Lokakarya Nasional di Cibubur pada  tanggal 25 – 26 September 1978 menghasilkan perubahan isi teks Dasa Darma. Berisikan,
Dasa Darma
Pramuka Itu :
1. Takwa kepada Tuhan YME
2. Kasih sayang sesama manusia dan cinta alam
3. Patriot yang sopan dan perwira
4. Suka bermusyawarah dan patuh
5. Rela menolong dan tabah
6. Rajin, riang dan terampil
7. Hemat, cermat dan bersahaja
8. Disiplin, setia dan berani
9. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya
10. Suci dalam fikiran, perkataan dan perbuatan.

IV. Pada tahun 1978  :
Dilaksanakan Munas Gerakan Pramuka Di Manado ( Sulut ) dengan mengeluarkan memorandum tentang perumusan (ulang ) Dasa Darma. Selanjutnya diterbitkan SK Kwartir Nasional Nomor. 036 / KN/ 79. Dasa Darma tersebut berisikan,
Dasa Darma
Pramuka Itu :
1.    Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2.    Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
3.    Patriot yang sopan dan kesatria.
4.    Patuh dan suka bermusyawarah.
5.    Rela menolong dan tabah.
6.    Rajin, terampil, dan gembira.
7.    Hemat, cermat, dan bersahaja.
8.    Disiplin, berani, dan setia.
9.    Bertanggungjawab dan dapat dipercaya.
10.    Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.

V. Pada tahun 2012  :
Sesuai dengan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka ( ART SK Kwarnas No. 203 tahun 2009), bahwa dasadarma yang berlaku saat ini memiliki isi teks yang mirip sama seperti tesebut di atas , hanya saja pada ART hasil Munaslub tahun 2012 telah menghilangkan kata  ” Pramuka itu : “ .
Selanjutnya Kode kehormatan Dasadarma tersebut digunakan untuk golongan Penggalang, Pramuka Penegak, Pramuka Pandega, dan anggota dewasa.
Berikut isi Dasadarma berdasarkan hasil Munaslub tahun 2012,
Dasadarma
1.    Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2.    Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
3.    Patriot yang sopan dan kesatria.
4.    Patuh dan suka bermusyawarah.
5.    Rela menolong dan tabah.
6.    Rajin, terampil, dan gembira.
7.    Hemat, cermat, dan bersahaja.
8.    Disiplin, berani, dan setia.
9.    Bertanggungjawab dan dapat dipercaya.
10.    Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.
Demikian perkembangan atas perubahan dasadarma dari waktu ke waktu semoga bermanfaat.

Senin, 29 Juli 2013

RATUSAN ANGGOTA PRAMUKA IKUT KEMAH RAMADAN



TANA PASER - Pandu Paser.
HM.Mardikasnyah Wabup Paser
Sekitar 500 peserta dari sepuluh kecamatan di Kabupaten Paser ambil bagian dalam Kemah Ramadan yang digelar di halaman SMK Muhammadiyah, Kecamatan Long Ikis. Agenda  rutin tahunan ini dibuka Wakil Bupati Paser HM Mardikansyah SH, Jumat (19/7) lalu.

Dalam sambutannya, Wabup mendukung penuh kegiatan yang digelar sebagai salah satu upaya mengisi waktu luang pada bulan Ramadan sekaligus mempererat tali silaturahmi dan kekeluargaan.

“Melalui acara ini, tidak hanya mampu membentuk watak kepribadian dan kemandirian, tapi juga peserta akan dilatih hingga nantinya dapat beradaptasi dan kepedulian sesama di lingkungan masyarakat,” ungkap Mardikansyah.

Menurutnya, selama ini, kegiatan kepramukaan semakin banyak dilaksanakan. Hal itu tentunya berdampak bagi peserta pada masa yang akan datang. “Saya menyampaikan rasa bangga. Sangatlah tepat adik-adik memilih Pramuka sebagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah,” bebernya.

Ditambahkan Mardikansyah, bahwa mengikuti sekolah formal saja tidak cukup, mengingat sangat terbatas waktu untuk mempelajari berbagai pengetahuan dan keterampilan yang akan menjadi bekal hidup di kemudian hari.  

“Dalam setahun sekali untuk membina perilaku dan pengetahuan perlu ditingkatkan serta dimaknai dari kegiatan ini. Selain itu,  bagi peserta kemah Ramadan, saya ingatkan agar selalu menjaga hubungan silaturahim dengan seluruh peserta dari berbagai kecamatan,” pesannya.

Kemah Ramadan yang mengusung tema Membentuk Generasi Muda yang Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,  dimaksudkan sebagai upaya pemahaman kepramukaan, yakni satya dan darma Pramuka oleh seluruh peserta kemah sehingga dapat disiapkan kader atau calon generasi yang akan datang.

Kwarran Tana Paser meraih Juara Umum
“Apalagi dalam kegiatan itu juga diramaikan berbagai lomba kegiatan bernuansa Islam seperti azan, kaligrafi, fardu kifayah, kultum  di mana pesertanya akan mendapatkan piala dan trofi serta piagam penghargaan,” jelas Kwartir Pramuka HM Sidik Said.

Dalam upaya tercapainya visi dan misi gerakan Pramuka, diakui Sidik harus mempersiapkan kaum muda sebagai generasi yang akan datang. Tentunya mereka harus cinta tanah air, berakhlak mulia dan berjiwa patriotik. Selama bergabung dalam Pramuka, prestasi ini tentu harus dapat dipertahankan dan bahkan semakin lebih ditingkatkan.  

“Kegiatan ini diselenggarakan dalam bentuk perkemahan yang bertujuan untuk mengisi waktu luang sekaligus melatih solidaritas serta kekeluargaan bagi seluruh peserta.  Selain itu, mengisi kegiatan pada bulan penuh berkah ini hal yang positif untuk anak-anak,” katanya.

Sumber : KP

Sabtu, 06 Oktober 2012

Mardikansyah Lepas Penegak Ke Papua


Tana Paser, Pandu Paser
Kegiatan 5 tahunan yang disebut Raimuna kembali di gelar. Kali ini Raimuna Nasional Ke-X Pramuka Tahun 2012 akan berlangsung di Papua. Kwartir Cabang Paser turut ambil bagian dengan mengirimkan 8 putra dan 8 putri Penegak, 2 bina damping, 5 peninjau dengan pimpinan kontingen Drs H Nasradin.
Wakil Bupati Paser HM Mardikansyah, SH, Map melepas kontingen ini pada jumat (4/10) di halaman kantor Bupati Paser. Dalam kesempatan itu Mardikansyah berharap kontingen dapat menjaga nama baik daerah serta memperkenalkan Paser. “Pramuka Penegak dari seluruh Inndonesia akan berkumpul di Bumi Cenderawasih. Saya harap kontingen Paser dapat mengenalkan Paser kepada saudara-saudara”, ujarnya.
Menurutnya Pramuka merupakan wadah yang ideal dan strategis untuk mencetak kader anak bangsa yang nasionalis. “Saya bangga karena kabupaten Paser beberapa tahun ini mengalami banyak kemajuan dan menuai prestasi yang membanggakan, baik bidang pendidikan, seni dan budaya. Geliat pembangunan pun  kian digalakkan dan ini memerlukan dukungan dari berbagai pihak termasuk sumber daya manusia. Pramuka merupakan salah satu pencetak generasi Paser yang berkualitas”, tukasnya.
Kontingen Paser ini merupakan gabungan dari hasil seleksi 6 Kwartir Ranting (kwaran) dan Kwartir Cabang (kwarcab). “Ada 6 Kwaran yaitu Kecamatan Tanah Grogot, Kec Long Ikis, Kec Muara Komam, Kec Kuaro, Kec Long Kali dan Kec Pasir Belengkong”, jelas Muhammad Sidik Said, SH Ketua Kwarcab Paser. Kegiatan ini berlangsung dari 8-15 Oktober 2012.

Sumber Humaspro

Jumat, 28 September 2012

HUT Pramuka di Kabupaten Paser

Tana Paser , Pandu Paser – Seyogyanya HUT Pramuka diperingati setiap 14 Agustus. Namun ketika baru digelar pada Selasa (18/9) tidak mengurangi kemeriahan apel besar di Halaman Kantor Bupati Paser. Dengan formasi lengkap Unsur Muspida, Wakil Bupati dan Ketua DPRD Kabupaten Paser turut hadir.
Pada kesempatan itu, usai apel sederet atraksi pun digelar. Berturut-turut ditampilkan dari Regu Putri Berprestasi pemenang Lomba Tingkat IV, Senam Borgol dari Anggota Saka Bhayangkara, Senam Kreasi Semaphore dari Gugus Depan (Gudep) SMAN 1 Pasir Belengkong.  Kemudian Senam Lantas dari Saka Bhayangkara Polres Paser, Tari Saman dari Gudep SMPN 5 Tanah Grogot, Tari Berburu Oleh Gudep SMPN 2 Tanah Grogot dan terakhir Tari Ronggeng Dari Gudep MTs Negeri Tanah Grogot.
Sederet prestasi pun diumumkan. Ketua Kwartir Cabang Tanah Grogot Muhammad Sidik, SH menerangkan bahwa pada ajang Lomba Tingkat IV Provinsi Kalimatan Timur di Kutai barat berhasil meraih satu panji. “Pada ajang itu, Gugus Depan MTs Negeri Tanah Grogot meraih Panji Regu Putri Berprestasi”, ujarnya. Ia pun menerangkan bahwa pada 8-15 Oktober mendatang, sebanyak 8 putra, 8 putri dan 4 bina damping  akan mengikuti Raimuna Nasional di Papua. “Dan pada  17 November 2012 akan digelar Perkemahan Putri Nasional di Jambi. Sebanyak 8 putri dan 2 bina damping ikut serta pada kegiatan tersebut.

sumber Humas Pemkab Paser

Rabu, 15 Agustus 2012

RENUNGAN DAN ULANG JANJI PRAMUKA KWARTIR CABANG GERAKAN PRUMUKA KABUPATEN PASER


Tana Paser– Dalam rangka Memperingati Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka yang ke – 51 anggota Pramuka Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Paser menggelar Renungan dan Ulang Janji. Kegiatan ini dihadiri Pengurus Kwartir Cabang, Andalan Cabang, juga tampak hadir Pengurus Kwartir Ranting Tanah Grogot, Kwartir Ranting Kuaro ,Kwartir Ranting Long Ikis, Dewan Kerja Cabang Paser, Dewan Kerja Ranting Tanah Grogot serta perwakilan SMA / SMK/ MA Tanah Grogot adapun pelaksanaannya dilaksanakan  di Halaman Kwartir Cabang Kabupaten Paser Selasa Malam ( 14/8 ) Upacara Renungan dan Ulang Janji di Pimpin langsung Ketua Kwartir Cabang Kabupaten Paser HM.Sidik Said, SH
Foto : Peserta Upacara Ulang Janji dan Renungan
Kwartir Cabang HM. Sidik Said,SH yang keseharian juga menjabat Camat Muara Komam mengatakan kegiatan ulang janji merupakan adat Gerakan Pramuka yang dilaksanakan serempak di seluruh Indonesia pada malam 14 Agustus yang merupakan hari kelahiran Pramuka itu sendiri. Kegiatan ulang janji ini merupakan kegiatan untuk mengintrospeksi sejauh mana perjuangan gerakan Pramuka terhadap Bangsa dan Negara kita Indonesia.
“ Ulang janji ini merupakan kegiatan rutin yang sudah menjadi kebiasaan serta adat yang diisi dengan renungan mengenai perjuangan gerakan Pramuka “ terangnya.
Sementara pelaksanaan upacara HUT Pramuka ke – 51, HM.Sidik Said,SH menjelaskan bakal digelar pada bulan September 2012 mendatang. Hal ini dikarenakan pada tahun 2012 ini HUT bertepatan dengan pelaksanaan ibadah puasa dan libur sekolah sehingga pihaknya memandang perlu untuk menundanya.
Sekedar diketahui, kegiatan ulang janji merupakan kegiatan ceremonial. Dimulai dengan pembukaan kemudian dilanjutkan dengan penyalaan Api Dasa Dharma, Penghormatan Bendera Merah Putih, Pembacaan Renungan, Ulang janji dan diakhiri dengan lagu Padamu Negeri (spn)

Selasa, 14 Agustus 2012

UNTUK MENGINGAT KEMBALI SEJARAH KEPRAMUKAAN DI INDONESIA

Sejarah
Gerakan Pramuka atau Kepanduan di Indonesia telah dimulai sejak tahun 1923 yang ditandai dengan didirikannya (Belanda) Nationale Padvinderij Organisatie (NPO) di Bandung.[1] Sedangkan di tahun yang sama, di Jakarta didirikan (Belanda) Jong Indonesische Padvinderij Organisatie (JIPO).[1] Kedua organisasi cikal bakal kepanduan di Indonesia ini meleburkan diri menjadi satu, bernama (Belanda) Indonesische Nationale Padvinderij Organisatie (INPO) di Bandung pada tahun 1926.[1]
Pada tanggal 26 Oktober 2010, Dewan Perwakilan Rakyat mengabsahkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka. Berdasarkan UU ini, maka Pramuka bukan lagi satu-satunya organisasi yang boleh menyelenggarakan pendidikan kepramukaan. Organisasi profesi juga diperbolehkan untuk menyelenggarakan kegiatan kepramukaan
Tujuan Kepramukaan
Gerakan Pramuka sebagai penyelenggara pendidikan kepanduan Indonesia yang merupakan bagian pendidikan nasional, bertujuan untuk membina kaum muda dalam mencapai sepenuhnya potensi-potensi spiritual, social, intelektual dan fisiknya, agara mereka bias:

  • Membentuk, kepribadian dan akhlak mulia kaum muda
  • Menanamkan semangat kebangsaan, cinta tanah air dan bela negara bagi kaum muda
  • Meningkatkan keterampilan kaum muda sehingga siap menjadi anggota masyarakat yang bermanfaat, patriot dan pejuang yang tangguh, serta menjadi calon pemimpin bangsa yang handal pada masa depan.
Prinsip dasar Kepramukaan
Gerakan Pramuka berlandaskan prinsip-prinsip dasar sebagai berikut:
  • Iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  • Peduli terhadap bangsa dan tanah air, sesama hidup dan alam
  • Peduli terhadap dirinya pribadi
  • Taat kepada Kode Kehormatan Pramuka
Metode Kepramukaan
Metode Kepramukaan merupakan cara belajar interaktif progresif melalui:
  • Pengamalan Kode Kehormatan Pramuka
  • Belajar sambil melakukan kegiatan yang menyenangkan atau menghibur
  • Sistem berkelompok
  • Kegiatan yang menantang dan meningkat serta mengandung pendidikan yang sesuai dengan perkembangan rohani dan jasmani peserta didik
  • Kegiatan di alam terbuka
  • Sistem tanda kecakapan
  • Sistem satuan terpisah untuk putera dan puteri
  • Kiasan Dasar
Sifat Kepramukaan
Lambang Gerakan Pramuka (menurut Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga) adalah Tunas Kelapa, dikenakan pada kerah kiri baju pramuka dan Lambang WAGGGS yang dikenakan pada kerah kanan baju pramuka puteri. Sedangkan untuk putera, Lambang Gerakan Pramuka dikenakan pada kantung sebelah kiri, sedangkan Lambang WOSM pada kantung sebelah kanan kemeja. Emblem lokasi wilayah Gerakan Pramuka (berdasarkan provinsi) dikenakan pada lengan sebelah kanan baju Pramuka.
Berdasarkan resolusi Konferensi Kepanduan Sedunia tahun 1924 di Kopenhagen, Denmark, maka kepanduan mempunyai tiga sifat atau ciri khas, yaitu :
  • Nasional, yang berarti suatu organisasi yang menyelenggarakan kepanduan di suatu negara haruslah menyesuaikan pendidikannya itu dengan keadaan, kebutuhan dan kepentingan masyarakat, bangsa dan negara.
  • Internasional, yang berarti bahwa organisasi kepanduan di negara manapun di dunia ini harus membina dan mengembangkan rasa persaudaraan dan persahabatan antara sesama Pandu dan sesama manusia, tanpa membedakan kepercayaan/agama, golongan, tingkat, suku dan bangsa.
  • Universal, yang berarti bahwa kepanduan dapat dipergunakan di mana saja untuk mendidik anak-anak dari bangsa apa saja


Baden Powell-Bapak Pandu Sedunia"
Baden-Powell dilahirkan di Paddington, London pada 1857. Dia adalah anak ke-6 dari 8 anak profesor Savilian yang mengajar geometri di Oxford. Ayahnya, pendeta Harry Baden-Powell, meninggal ketika dia berusia 3 tahun, dan ia dibesarkan oleh ibunya, Henrietta Grace Smith, seorang wanita yang berketetapan bahwa anak-anaknya harus berhasil. Baden-Powell berkata tentang ibunya pada 1933, "Rahasia keberhasilan saya adalah ibu saya." Selepas menghadiri Rose Hill School, Tunbridge Wells, Baden-Powell dianugerahi beasiswa untuk sekolah umum Charterhouse. Perkenalannya kepada kemahiran pramuka adalah memburu dan memasak hewan - dan menghindari guru - di hutan yang berdekatan, yang juga merupakan kawasan terlarang.


Dia juga bermain piano dan biola, mampu melukis dengan baik dengan menggunakan kedua belah tangan dengan tangkas, dan gemar bermain drama. Masa liburan dihabiskan dengan ekspedisi belayar atau berkanu dengan saudara-saudaranya.

Pada tahun 1876, Baden-Powell bergabung dengan 13th Hussars di India. Pada tahun 1895 dia bertugas dengan dinas khusus di Afrika dan pulang ke India pada tahun 1897 untuk memimpin 5th Dragoon Guards.

Baden-Powell saling berlatih dan mengasah kemahiran kepanduannya dengan suku Zulu pada awal 1880-an di jajahan Natal Afrika Selatan di mana resimennya ditempatkan dan ia diberi penghargaan karena keberaniannya. Ada 3 penghargaan yang diberi angkatan perang Zulu yaitu:

impressa : serigala yang tak pernah tidur, karena dia sering berjaga-jaga saat malam.
kantankye : orang pemakai topi lebar, karena dia selalu memakai topi lebar.
m'hlalapanzi: orang bertiarap yang siap menembak.

Kemahirannya mengagumkan dan dia kemudian dipindahkan ke dinas rahasia Inggris. Dia sering bertugas dengan menyamar sebagai pengumpul kupu-kupu, memasukkan rancangan instalasi militer ke dalam lukisan-lukisan sayap kupu-kupunya.

Baden-Powell kemudian ditempatkan di dinas rahasia selama 3 tahun di daerah Mediterania yang berbasis di Malta. Dia kemudian memimpin gerakan ketentaraannya yang berhasil di Ashanti, Afrika, dan pada usia 40 dipromosikan untuk memimpin 5th Dragoon Guards pada tahun 1897. Beberapa tahun kemudian, dia menulis buku panduan ringkas bertajuk "Aids to Scouting", ringkasan ceramah yang dia berikan mengenai peninjau ketentaraan, untuk membantu melatih perekrutan tentara baru. Menggunakan buku ini dan kaidah lain, ia melatih mereka untuk berpikir sendiri, menggunakan daya usaha sendiri, dan untuk bertahan hidup dalam hutan.

Baden-Powell kembali ke Afrika Selatan sebelum Perang Boer dan terlibat dalam beberapa tindakan melawan Zulu. Dinaikkan pangkatnya pada masa Perang Boer menjadi kolonel termuda dalam dinas ketentaraan Britania, dia bertanggung jawab untuk organisasi pasukan perintis yang membantu tentara biasa. Ketika merencanakan hal ini, dia terperangkap dalam pengepungan Mafeking, dan dikelilingi oleh tentara Boer yang melebihi 8.000 orang. Walaupun berjumlah lebih kecil, garnisun itu berhasil bertahan dalam pengepungan selama 217 hari. Sebagian besar keberhasilan itu dikatakan sebagai hasil beberapa muslihat yang dilaksanakan atas perintah Baden-Powell sebagai komandan garnisun. Ranjau-ranjau palsu ditanam, dan tentaranya diperintah untuk menghindari pagar kawat olok-olok (tidak ada) saat bergerak antara parit kubu.

Baden-Powell melaksanakan kebanyakan kerja peninjauan secara pribadi dan membina pasukan kanak-kanak asli untuk berjaga dan membawa pesan-pesan, kadang menembus pertahanan lawan. Banyak dari anak-anak ini kehilangan nyawanya dalam melaksanakan tugas. Baden-Powell amat kagum dengan keberanian mereka dan kesungguhan mereka yang ditunjukkan ketika melaksanakan tugas. Pengepungan itu dibubarkan oleh Pembebasan Mafeking pada 16 Mei 1900. Naik pangkat sebagai Mayor Jendral, Baden-Powell menjadi pahlawan nasional.

Setelah mengurusi pasukan polisi Afrika Selatan Baden-Powell kembali ke Inggris untuk bertugas sebagai Inspektur Jendral pasukan berkuda pada tahun 1903.

Setelah kembali, Baden-Powell mendapati buku panduan ketentaraannya "Aids to Scouting" telah menjadi buku terlaris, dan telah digunakan oleh para guru dan organisasi pemuda.

Kembali dari pertemuan dengan pendiri Boys' Brigade, Sir William Alexander Smith, Baden-Powell memutuskan untuk menulis kembali Aids to Scouting agar sesuai dengan pembaca remaja, dan pada tahun 1907 membuat satu perkemahan di Brownsea Island bersama dengan 22 anak lelaki yang berlatar belakang berbeda, untuk menguji sebagian dari idenya. Buku "Scouting for Boys" kemudian diterbitkan pada tahun 1908 dalam 6 jilid.

Kanak-kanak remaja membentuk "Scout Troops" secara spontan dan gerakan Pramuka berdiri tanpa sengaja, pada mulanya pada tingkat nasional, dan kemudian pada tingkat internasional. Gerakan pramuka berkembang seiring dengan Boys' Brigade. Suatu pertemuan untuk semua pramuka diadakan di Crystal Palace di London pada 1908, di mana Baden-Powell menemukan gerakan Pandu Puteri yang pertama. Pandu Puteri kemudian didirikan pada tahun 1910 di bawah pengawasan saudara perempuan Baden-Powell, Agnes Baden-Powell.

Walaupun dia sebenarnya dapat menjadi Panglima Tertinggi, Baden Powell memuutuskan untuk berhenti dari tentara pada tahun 1910 dengan pangkat Letnan Jendral menuruti nasihat Raja Edward VII, yang mengusulkan bahawa ia lebih baik melayani negaranya dengan memajukan gerakan Pramuka.

Pada Januari 1912 Baden-Powell bertemu calon isterinya Olave Soames di atas kapal penumpang (Arcadia) dalam perjalanan ke New York untuk memulai Lawatan Pramuka Dunia. Olave berusia 23, Baden-Powell 55, dan mereka berkongsi tanggal lahir. Mereka bertunangan pada September tahun yang sama dan menjadi sensasi pers, mungkin karena ketenaran Baden-Powell, karena perbedaan usia seperti itu lazim pada saat itu. Untuk menghindari gangguan pihak pers, mereka melangsungkan pernikahan secara rahasia pada 30 Oktober 1912. Dikatakan bahwa Baden-Powell hanya memiliki satu petualangan lain dengan wanita (pertunganannya yang gagal dengan Juliette Magill Kinzie Gordon).

Pramuka Inggris menyumbang satu penny masing-masing dan mereka membelikan Baden-Powel hadiah pernikahan, yaitu sebuah mobil Rolls Royce.

Ketika pecah Perang Dunia I pada tahun 1914, Baden-Powell menawarkan dirinya kepada Jabatan Perang. Tiada tanggung jawab diberikan kepada beliau, sebab, seperti yang dikatakan oleh Lord Kitchener: "dia bisa mendapatkan beberapa divisi umum dengan mudah tetapi dia tidak dapat mencari orang yang mampu meneruskan usaha baik Boy Scouts." Kabar angin menyatakan Baden-Powell terkait dalam kegiatan spionase dan dinas rahasia berusaha untuk menggalakkan mitos tersebut.

Baden-Powell dianugerahi gelar Baronet pada tahun 1922, dan bergelar Baron Baden-Powell, dari Gilwell dalam County Essex, pada tahun 1929. Taman Gilwell adalah tempat latihan Pemimpin Pramuka Internasional. Baden-Powell dianugerahi Order of Merit dalam sistem penghormatan Inggris pada tahun 1937, dan dianugerahi 28 gelar lain dari negara-negara asing.

Dalam sajak singkat yang ia tulis, ia menjelaskan bagaimana mengucapkan namanya:

Man, Nation, Maiden
Please call it Baden.
Further, for Powell
Rhyme it with Noël.

Dibawah usaha gigihnya pergerakan Pramuka dunia berkembang. Pada tahun 1922 terdapat lebih dari sejuta pramuka di 32 negara; pada tahun 1939 jumlah pramuka melebihi 3,3 juta orang.

Keluarga Baden-Powell memiliki tiga anak – satu anak laki-laki dan dua perempuan (yang mendapat gelar-gelar kehormatan pada 1929; anak laki-lakinya kemudian menggantikan ayahnya pada 1941:

* Peter, kemudian 2nd Baron Baden-Powell (1913-1962)
* Hon. Heather Baden-Powell (1915-1986)
* Hon. Betty Baden-Powell (1917-2004) yang pada 1936 menikah dengan Gervase Charles Robert Clay (lahir 1912 dan memiliki 3 anak laki-laki dan 1 perempuan)

Tidak lama selepas menikah, Baden-Powell berhadapan dengan masalah kesehatan, dan mengalami beberapa serangan penyakit. Ia menderita sakit kepala terus menerus, yang dianggap dokternya berasal dari gangguan psikosomatis dan dirawat dengan analisa mimpi. Sakit kepala ini berhenti setelah ia tidak lagi tidur dengan Olave dan pindah ke kamar tidur baru di balkon rumahnya. Pada tahun 1934 prostatenya dibuang, dan pada tahun 1939 dia pindah ke sebuah rumah yang dibangunnya di Kenya, negara yang pernah dilawatinya untuk berehat. Dia meninggal dan dimakamkan di Kenya, di Nyeri, dekat Gunung Kenya, pada 8 Januari 1941.

Pada 1938 Royal Academy of Sweden menganugerahkan Lord Baden-Powell dan semua gerakan Pramuka hadiah Nobel Perdamaian untuk tahun 1939. Tapi pada 1939 Royal Academy memutuskan untuk tidak menganugerahkan hadiah untuk tahun itu, karena pecahnya Perang Dunia II.

Pergerakan Pramuka dan Pandu Puteri merayakan 22 Februari sebagai hari B-P, tanggal lahir bersama Robert dan Olave Baden-Powell, untuk memperingati dan meraikan jasa Ketua Pramuka dan Ketua Pandu Puteri Dunia.

Referensi :

- http://id.wikipedia.org/wiki/Robert_Baden-Powell