Ikhlas Bakti, Bina Bangsa, Pramuka Paser Terus Maju
OLO MANIN ASO BUEN SIOLONDO-HARI BESOK LEBIH BAIK DARI HARI INI

Sabtu, 02 Mei 2026

Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Tanah Grogot Gelar Kemah Penghijauan, Tanam Pohon Ulin sebagai Warisan Generasi Masa Depan

Tanah Grogot_Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Tanah Grogot sukses menyelenggarakan kegiatan Kemah Penghijauan yang berlangsung selama dua hari, pada tanggal 1–2 Mei 2026, bertempat di Gudep Diponegoro Pangkalan SMA IT Al-Khawarizmi Tanah Grogot. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian Gerakan Pramuka terhadap kelestarian lingkungan sekaligus sebagai sarana pendidikan karakter bagi generasi muda.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Pramuka Penegak se-Kecamatan Tanah Grogot yang hadir dengan penuh semangat dan antusias. Kehadiran para penegak dari berbagai pangkalan menjadikan kegiatan ini tidak hanya sebagai aksi lingkungan, tetapi juga momentum mempererat persaudaraan dan solidaritas antaranggota pramuka. Puncak kegiatan dilaksanakan pada hari kedua dengan agenda utama penanaman berbagai bibit pohon buah dan tanaman penghijauan. Para peserta terlibat langsung dalam proses penanaman, mulai dari persiapan lahan hingga penanaman bibit, menciptakan suasana kebersamaan yang penuh makna.

Ketua Kwarcab Paser Kak Drs. Suwito yang diwakili Kak Erwintoro dalam sambutannya mengatakan Kegiatan Kemah Penghijauan ini bukanlah sekadar acara berkemah biasa. Lebih dari itu, ini adalah bentuk aksi nyata kepedulian kita terhadap lingkungan. Melalui kegiatan menanam pohon, merawat alam, dan belajar hidup berdampingan dengan lingkungan, kita sedang menanam harapan bagi masa depan bumi yang lebih hijau dan lestari. Saya berharap, selama kegiatan ini berlangsung, semangat kebersamaan, disiplin, dan cinta alam senantiasa menyertai langkah kita. Selamat berkemah, selamat beraktivitas, dan mari kita jaga bumi kita bersama-sama kata Erwin (2/5).

Adapun bibit pohon yang ditanam terdiri dari berbagai jenis tanaman buah seperti alpukat, nangka, cempedak, mangga, rambutan, jambu, serta berbagai jenis tanaman lainnya yang memiliki nilai manfaat ekologis dan ekonomis. Keberagaman jenis tanaman ini diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang, baik dari segi lingkungan maupun ketahanan pangan di masa depan.

Salah satu momen yang paling bermakna dalam kegiatan ini adalah penanaman bibit pohon ulin, yang dikenal sebagai salah satu pohon endemik Kalimantan. Pohon ulin atau yang sering disebut sebagai “kayu besi” saat ini keberadaannya semakin langka akibat eksploitasi dan kerusakan hutan. Oleh karena itu, penanaman pohon ulin ini tidak hanya menjadi simbol kepedulian lingkungan, tetapi juga sebagai bentuk komitmen menjaga warisan alam Kalimantan untuk generasi yang akan datang.

Ketua Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Tanah Grogot, Kak Mely, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki nilai yang lebih dari sekadar aktivitas fisik. “Hari ini kita tidak hanya menanam pohon, tetapi kita sedang menanam harapan. Apa yang kita tanam hari ini, insyaAllah akan menjadi amal jariah bagi adik-adik semua. Pohon-pohon ini akan tumbuh, berbuah, dan memberi manfaat, bahkan ketika kita mungkin sudah tidak lagi berada di sini. Inilah investasi kebaikan untuk masa depan,” ujar Kak Mely. Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya membangun kesadaran lingkungan sejak dini, terutama bagi generasi muda, agar mereka tidak hanya menjadi penikmat alam, tetapi juga penjaga dan pelestari lingkungan.

Ucapan terima kasih juga disampaikan oleh Kak Suratman selaku Mabigus Diponegoro Pangkalan SMA IT Al-Khawarizmi Tanah Grogot, yang turut menjadi tuan rumah kegiatan ini. Dalam pernyataannya, beliau mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada pangkalan SMA IT Al-Khawarizmi serta antusiasme seluruh peserta. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Tanah Grogot atas kepercayaan yang diberikan kepada pangkalan kami sebagai tempat pelaksanaan kegiatan Kemah Penghijauan ini. Kegiatan ini sangat positif dan memberikan nilai edukasi yang luar biasa bagi peserta didik, khususnya dalam menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini,” ungkap Kak Suratman. Beliau juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak peserta di masa mendatang.

Kegiatan Kemah Penghijauan ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran di luar kelas, tetapi juga menjadi sarana memperkuat nilai gotong royong, kepemimpinan, dan tanggung jawab sosial di kalangan generasi muda. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap keberlanjutan alam.

Penanaman pohon, khususnya pohon ulin sebagai simbol, menjadi pengingat bahwa setiap langkah kecil yang dilakukan hari ini memiliki dampak besar di masa depan. Apa yang ditanam hari ini bukan hanya pohon, tetapi juga nilai, harapan, dan keberlanjutan kehidupan. (rdn/red)



Dianpinru Penggalang Tanah Grogot Resmi Dibuka, Wadah Pembentukan Pemimpin Regu yang Tangguh dan Berkarakter

 Tanah Grogot – Semangat kebersamaan dan jiwa kepemimpinan tampak begitu kuat dalam pembukaan kegiatan Gladian Pimpinan Regu (Dianpinru) Pramuka Penggalang Kwartir Ranting Tanah Grogot yang resmi dibuka oleh Kak Drs. Suwito, selaku Ketua Kwartir Cabang Paser, pada Rabu (29/4). Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Tri Satya Kwarcab Paser, Jalan R.A. Kartini, dengan penuh nuansa kepramukaan yang kental akan nilai disiplin, persaudaraan, dan pengabdian.

Dalam laporan kegiatan, Kak Khairul Saleh, S.Pd. selaku Ketua Panitia menyampaikan bahwa Dianpinru merupakan salah satu kegiatan strategis dalam pembinaan Pramuka Penggalang, khususnya dalam mempersiapkan calon-calon pemimpin regu (Pinru) yang handal di gugus depan masing-masing.

“Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan biasa, tetapi menjadi ruang pembelajaran bagi adik-adik Pramuka Penggalang untuk mengasah kemampuan memimpin, mengambil keputusan, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab sebagai seorang pemimpin regu,” ujar Kak Khairul.

Ia juga menjelaskan bahwa sebanyak 47 orang peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri dari 23 Pramuka Penggalang putra dan 24 putri, yang berasal dari gugus depan se-Kwartir Ranting Tanah Grogot. Selama kegiatan berlangsung, para peserta tidak hanya dibekali materi kepemimpinan, tetapi juga dilatih dalam hal kedisiplinan, kerja sama tim, komunikasi efektif, serta penguatan karakter sesuai dengan nilai-nilai Dasadarma dan Trisatya Pramuka.

Kegiatan Dianpinru ini dilaksanakan selama dua hari dua malam, mulai 29 hingga 30 April 2026, dengan sistem pembinaan intensif yang mengedepankan praktik langsung di lapangan. Para peserta juga berkontribusi membawa natura berupa bahan makanan mentah sebagai bentuk kemandirian dan gotong royong khas Pramuka.

Sementara itu, Kak Sumarni Murtisari, S.Pd. yang akrab disapa Kak Melly selaku Ketua Kwartir Ranting Tanah Grogot menyampaikan harapan besar terhadap kegiatan ini. Ia menekankan bahwa Dianpinru harus mampu menjadi wadah pembentukan karakter generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, adik-adik tidak hanya menjadi pemimpin di regunya, tetapi juga menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” tutur Kak Melly.

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir mendampingi Ketua Kwarcab Paser, yaitu Kak Drs. H. Nasradin, M.Pd. dan Kak Saparudin, M.Pd. dari Pusdiklat Kwarcab Paser yang turut memberikan dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan ini.

Dalam amanatnya, Kak Drs. Suwito memberikan apresiasi yang tinggi kepada jajaran Kwartir Ranting Tanah Grogot atas konsistensi dalam melaksanakan program pembinaan kepramukaan. Ia menegaskan bahwa Dianpinru memiliki peran penting dalam mencetak kader pemimpin masa depan.

“Adik-adik Pramuka Penggalang adalah calon pemimpin di masa depan. Ikuti setiap proses kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, serap ilmu yang diberikan, dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jadilah pemimpin yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan berintegritas,” pesan Kak Suwito dengan penuh semangat.

Lebih lanjut, Kak Suwito juga mengaitkan pentingnya kegiatan kepramukaan dengan visi pembangunan daerah Kabupaten Paser, yaitu Paser TUNTAS (Tangguh, Unggul, Tranformatif, Adil, dan Sejahtera). Ia berharap Gerakan Pramuka dapat menjadi garda terdepan dalam membentuk generasi muda yang siap berkontribusi bagi pembangunan daerah dan bangsa.

Suasana kegiatan pun berlangsung penuh semangat kekeluargaan khas Pramuka. Interaksi antara peserta, panitia, dan pelatih mencerminkan nilai persaudaraan yang kuat. Setiap sesi kegiatan dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan teknis kepemimpinan, tetapi juga membentuk mental tangguh, jiwa sosial, serta semangat gotong royong.

Melalui kegiatan Dianpinru ini, diharapkan lahir para pemimpin regu yang mampu menjadi penggerak di gugus depan masing-masing, serta menjadi contoh nyata dalam mengamalkan nilai-nilai kepramukaan di kehidupan sehari-hari. Sebab sejatinya, Pramuka bukan hanya tentang kegiatan, tetapi tentang proses pembentukan karakter dan pengabdian tanpa henti untuk negeri. (rdn/red)