Ikhlas Bakti, Bina Bangsa, Pramuka Paser Terus Maju
OLO MANIN ASO BUEN SIOLONDO-HARI BESOK LEBIH BAIK DARI HARI INI

Sabtu, 02 Mei 2026

Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Tanah Grogot Gelar Kemah Penghijauan, Tanam Pohon Ulin sebagai Warisan Generasi Masa Depan

Tanah Grogot_Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Tanah Grogot sukses menyelenggarakan kegiatan Kemah Penghijauan yang berlangsung selama dua hari, pada tanggal 1–2 Mei 2026, bertempat di Gudep Diponegoro Pangkalan SMA IT Al-Khawarizmi Tanah Grogot. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian Gerakan Pramuka terhadap kelestarian lingkungan sekaligus sebagai sarana pendidikan karakter bagi generasi muda.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Pramuka Penegak se-Kecamatan Tanah Grogot yang hadir dengan penuh semangat dan antusias. Kehadiran para penegak dari berbagai pangkalan menjadikan kegiatan ini tidak hanya sebagai aksi lingkungan, tetapi juga momentum mempererat persaudaraan dan solidaritas antaranggota pramuka. Puncak kegiatan dilaksanakan pada hari kedua dengan agenda utama penanaman berbagai bibit pohon buah dan tanaman penghijauan. Para peserta terlibat langsung dalam proses penanaman, mulai dari persiapan lahan hingga penanaman bibit, menciptakan suasana kebersamaan yang penuh makna.

Ketua Kwarcab Paser Kak Drs. Suwito yang diwakili Kak Erwintoro dalam sambutannya mengatakan Kegiatan Kemah Penghijauan ini bukanlah sekadar acara berkemah biasa. Lebih dari itu, ini adalah bentuk aksi nyata kepedulian kita terhadap lingkungan. Melalui kegiatan menanam pohon, merawat alam, dan belajar hidup berdampingan dengan lingkungan, kita sedang menanam harapan bagi masa depan bumi yang lebih hijau dan lestari. Saya berharap, selama kegiatan ini berlangsung, semangat kebersamaan, disiplin, dan cinta alam senantiasa menyertai langkah kita. Selamat berkemah, selamat beraktivitas, dan mari kita jaga bumi kita bersama-sama kata Erwin (2/5).

Adapun bibit pohon yang ditanam terdiri dari berbagai jenis tanaman buah seperti alpukat, nangka, cempedak, mangga, rambutan, jambu, serta berbagai jenis tanaman lainnya yang memiliki nilai manfaat ekologis dan ekonomis. Keberagaman jenis tanaman ini diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang, baik dari segi lingkungan maupun ketahanan pangan di masa depan.

Salah satu momen yang paling bermakna dalam kegiatan ini adalah penanaman bibit pohon ulin, yang dikenal sebagai salah satu pohon endemik Kalimantan. Pohon ulin atau yang sering disebut sebagai “kayu besi” saat ini keberadaannya semakin langka akibat eksploitasi dan kerusakan hutan. Oleh karena itu, penanaman pohon ulin ini tidak hanya menjadi simbol kepedulian lingkungan, tetapi juga sebagai bentuk komitmen menjaga warisan alam Kalimantan untuk generasi yang akan datang.

Ketua Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Tanah Grogot, Kak Mely, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki nilai yang lebih dari sekadar aktivitas fisik. “Hari ini kita tidak hanya menanam pohon, tetapi kita sedang menanam harapan. Apa yang kita tanam hari ini, insyaAllah akan menjadi amal jariah bagi adik-adik semua. Pohon-pohon ini akan tumbuh, berbuah, dan memberi manfaat, bahkan ketika kita mungkin sudah tidak lagi berada di sini. Inilah investasi kebaikan untuk masa depan,” ujar Kak Mely. Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya membangun kesadaran lingkungan sejak dini, terutama bagi generasi muda, agar mereka tidak hanya menjadi penikmat alam, tetapi juga penjaga dan pelestari lingkungan.

Ucapan terima kasih juga disampaikan oleh Kak Suratman selaku Mabigus Diponegoro Pangkalan SMA IT Al-Khawarizmi Tanah Grogot, yang turut menjadi tuan rumah kegiatan ini. Dalam pernyataannya, beliau mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada pangkalan SMA IT Al-Khawarizmi serta antusiasme seluruh peserta. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Tanah Grogot atas kepercayaan yang diberikan kepada pangkalan kami sebagai tempat pelaksanaan kegiatan Kemah Penghijauan ini. Kegiatan ini sangat positif dan memberikan nilai edukasi yang luar biasa bagi peserta didik, khususnya dalam menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini,” ungkap Kak Suratman. Beliau juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak peserta di masa mendatang.

Kegiatan Kemah Penghijauan ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran di luar kelas, tetapi juga menjadi sarana memperkuat nilai gotong royong, kepemimpinan, dan tanggung jawab sosial di kalangan generasi muda. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap keberlanjutan alam.

Penanaman pohon, khususnya pohon ulin sebagai simbol, menjadi pengingat bahwa setiap langkah kecil yang dilakukan hari ini memiliki dampak besar di masa depan. Apa yang ditanam hari ini bukan hanya pohon, tetapi juga nilai, harapan, dan keberlanjutan kehidupan. (rdn/red)



Dianpinru Penggalang Tanah Grogot Resmi Dibuka, Wadah Pembentukan Pemimpin Regu yang Tangguh dan Berkarakter

 Tanah Grogot – Semangat kebersamaan dan jiwa kepemimpinan tampak begitu kuat dalam pembukaan kegiatan Gladian Pimpinan Regu (Dianpinru) Pramuka Penggalang Kwartir Ranting Tanah Grogot yang resmi dibuka oleh Kak Drs. Suwito, selaku Ketua Kwartir Cabang Paser, pada Rabu (29/4). Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Tri Satya Kwarcab Paser, Jalan R.A. Kartini, dengan penuh nuansa kepramukaan yang kental akan nilai disiplin, persaudaraan, dan pengabdian.

Dalam laporan kegiatan, Kak Khairul Saleh, S.Pd. selaku Ketua Panitia menyampaikan bahwa Dianpinru merupakan salah satu kegiatan strategis dalam pembinaan Pramuka Penggalang, khususnya dalam mempersiapkan calon-calon pemimpin regu (Pinru) yang handal di gugus depan masing-masing.

“Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan biasa, tetapi menjadi ruang pembelajaran bagi adik-adik Pramuka Penggalang untuk mengasah kemampuan memimpin, mengambil keputusan, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab sebagai seorang pemimpin regu,” ujar Kak Khairul.

Ia juga menjelaskan bahwa sebanyak 47 orang peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri dari 23 Pramuka Penggalang putra dan 24 putri, yang berasal dari gugus depan se-Kwartir Ranting Tanah Grogot. Selama kegiatan berlangsung, para peserta tidak hanya dibekali materi kepemimpinan, tetapi juga dilatih dalam hal kedisiplinan, kerja sama tim, komunikasi efektif, serta penguatan karakter sesuai dengan nilai-nilai Dasadarma dan Trisatya Pramuka.

Kegiatan Dianpinru ini dilaksanakan selama dua hari dua malam, mulai 29 hingga 30 April 2026, dengan sistem pembinaan intensif yang mengedepankan praktik langsung di lapangan. Para peserta juga berkontribusi membawa natura berupa bahan makanan mentah sebagai bentuk kemandirian dan gotong royong khas Pramuka.

Sementara itu, Kak Sumarni Murtisari, S.Pd. yang akrab disapa Kak Melly selaku Ketua Kwartir Ranting Tanah Grogot menyampaikan harapan besar terhadap kegiatan ini. Ia menekankan bahwa Dianpinru harus mampu menjadi wadah pembentukan karakter generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, adik-adik tidak hanya menjadi pemimpin di regunya, tetapi juga menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” tutur Kak Melly.

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir mendampingi Ketua Kwarcab Paser, yaitu Kak Drs. H. Nasradin, M.Pd. dan Kak Saparudin, M.Pd. dari Pusdiklat Kwarcab Paser yang turut memberikan dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan ini.

Dalam amanatnya, Kak Drs. Suwito memberikan apresiasi yang tinggi kepada jajaran Kwartir Ranting Tanah Grogot atas konsistensi dalam melaksanakan program pembinaan kepramukaan. Ia menegaskan bahwa Dianpinru memiliki peran penting dalam mencetak kader pemimpin masa depan.

“Adik-adik Pramuka Penggalang adalah calon pemimpin di masa depan. Ikuti setiap proses kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, serap ilmu yang diberikan, dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jadilah pemimpin yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan berintegritas,” pesan Kak Suwito dengan penuh semangat.

Lebih lanjut, Kak Suwito juga mengaitkan pentingnya kegiatan kepramukaan dengan visi pembangunan daerah Kabupaten Paser, yaitu Paser TUNTAS (Tangguh, Unggul, Tranformatif, Adil, dan Sejahtera). Ia berharap Gerakan Pramuka dapat menjadi garda terdepan dalam membentuk generasi muda yang siap berkontribusi bagi pembangunan daerah dan bangsa.

Suasana kegiatan pun berlangsung penuh semangat kekeluargaan khas Pramuka. Interaksi antara peserta, panitia, dan pelatih mencerminkan nilai persaudaraan yang kuat. Setiap sesi kegiatan dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan teknis kepemimpinan, tetapi juga membentuk mental tangguh, jiwa sosial, serta semangat gotong royong.

Melalui kegiatan Dianpinru ini, diharapkan lahir para pemimpin regu yang mampu menjadi penggerak di gugus depan masing-masing, serta menjadi contoh nyata dalam mengamalkan nilai-nilai kepramukaan di kehidupan sehari-hari. Sebab sejatinya, Pramuka bukan hanya tentang kegiatan, tetapi tentang proses pembentukan karakter dan pengabdian tanpa henti untuk negeri. (rdn/red)

 


Selasa, 02 September 2025

KML-G Kwarda Kaltim Berakhir

Tana Paser_Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Kalimantan Timur yang di wakili Kak Ida Lismaya sekaligus sebagai Ketua Panitia pada Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan Kwartir Daerah Kaltim , Kemahiran Pembina Penggalang negak (KML-G) yang telah dilaksanakan mulai 27  Agustus  sampai dengan 1 September 2025 di Kwartir  Cabang Paser.Diawal sambutan, Ida menyampaikan salam hangat dari Ketua Kwarda Kaltim, yang berhalangan hadir, karena harus beberapa kegiatan di Samarinda yang tidak dapat diwakilkan kepada orang lain.

‘"permohonan maaf  Ketua Kwarda Kaltim Kak Fachrudin tidak dapat hadir ditengah-tengah kita, karena beliau ada bererap agenda kegiatan yang di tidak dapat diwakilkan kepada orang lain” kata Ida

Selain itu Ida juga menyampaikan hal-hal yang penting dalam pasca KML  “kakak-kakak yang mana pada hari ini yang dinyatakan lulus dari Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan ini, saya dan pelatih sangat mengharapkan peran kakak-kakak dalam membina adik-adik penggalang, yang terpenting adalah peserta didik nantinya dapat meraih pramuka garuda” ujarnya

Ketua Kwarcab Paser  Drs. H. Nasradin,M.Pd  saat sambutan sekaligus menutup KML-G,menyampaikan  bahwa selama kurun waktu 7 hari pelaksanaan KML-G, baik peserta maupun panitia telah meninggalkan pekerjaan dan keluarga masing masing, hal ini tentu dengan kakak-kakak serius dalam kursus ini telah banyak ilmu yang didapatkan selama kursus , saya berharap kepada kakak-kakak peserta KML-G nantinya dapat mengimplementasikan apa yang sudah di dapat pada kursus.

“saya berharap semua kakak-kakak yang mengikuti kursus ini dan lulus KML-G agar dapat mengembangkan potensi yang ada setelah mendapatkan ilmu-ilmu kepramukaan  dari  Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan, dan saya berharap selama masa pengembangannya nanti kakak-kakak di gugus depan benar-benar memajukan kegiatan kepramukaan” kata Nasradin

Untuk diketahui dalam laporan Kepala Pusat Pendidikan dan Latihan Kwartir Cabang gerakan pramuka Paser Drs. H. Syahrudin Yahya dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini peserta yang mendaftar sebanyak 45 orang peserta yang terdaftar, namun sesuai dengan kouta dari Kwartir Daerah hanya 40 orang saja yang diterima, maka yang mengikuti sampai akhir kursus hanya 40 orang peserta, KML-G ini berasal dari Kwartir Ranting dalam wilayah kerja Kwarcab Paser.

“38 peserta KML_G lulus murni, 1 peserta tanpa keterangan dan 1  peserta ditunda kelulusannya karena sesuatu hal,” kata Syahrudin Yahya dalam laporannya

Penutupan KML-G Kwarda Kaltim tahun 2025 diakhiri dengan rangkaian agenda seperti penyerahan Pataka Pelatihan dari Pimpinan Kursus kepada Pusdiklatda Kaltim, Pencabutan Kapak adat Ruhui Rahayu oleh Pimpinan Kursus;  serta penyerahan hadiah bagi peserta yang mendapatkan penilian terbaik selama KML-G dan, diakhiri penyerahan Ijazah Kursus. (spn)








Sabtu, 19 Juli 2025

LOGO HARI PRAMUKA KE 64 TAHUN 2025

 


Tahun 2025 merupakan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pramuka ke-64. Gerakan Pramuka Indonesia didirikan secara resmi pada 14 Agustus 1961, dan sejak saat itu setiap tanggal 14 Agustus diperingati sebagai Hari Pramuka Nasional.
tema peringatan Hari Pramuka ke-64 tahun 2025 adalah “Kolaborasi untuk Membangun Ketahanan Bangsa”


Rabu, 01 November 2023

JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 2.1 PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

SAPARUDDIN

Calon Guru Penggerak

Angkatan 9 Kabupaten Paser Kalimantan Timur

 

 

Assalamualaikum wr wb..

Salam hangat dan bahagia Bapak dan Ibu Guru Hebat. Perkenalkan nama saya SAPARUDDIN Calon Guru Penggerak (CGP) Angkatan 9 Kabupaten Paser asal SD Negeri 004 Tanjung Harapan. Saya akan menuliskan refleksi mengenai kegiatan yang telah saya lakukan pada program guru penggerak di modul 2.1 Pembelajaran Berdiferensiasi.

 

Setelah selama dua minggu mempelajari modul 2.1. Pembelajaran Berdiferensiasi, calon guru penggerak mengikuti pembelajaran melalui sinkronus dan asinkronus dengan alur pembelajaran MERDEKA.

 

M = Mulai dari diri

E = elaborasi Konsep

R = Ruang Kolaborasi

D = Demonstrasi Kontekstual

E = Elaborasi Pemahaman

K = koneksi Antar Materi

A = Aksi Nyata

 

Dalam jurnal dwi mingguan ini, saya akan menuliskan refleksi mengenai kegiatan dan pengalaman saya setelah mempelajari modul 2.1. Saya menuliskan refleksi ini menggunakan model refleksi 4F yang di prakarsai oleh Dr. Roger Greenway.

 

1.    Fact (Peristiwa)

saya memulai kegiatan Pre test untuk modul 2 pada tanggal 20 Oktober 2023, kemudian pada bagian mulai dari diri dengan membuat refleksi diri mengenai bagaimana seorang guru dapat mengelola kelas dan memenuhi kebutuhan belajar murid. Kami diminta membayangkan kondisi kelas dan juga menjelaskan tantangan yang dihadapi dalam proses pembelajaran dikelas serta tindakan yang dilakukan untuk mengatasi tantangan tersebut.

Pada Eksplorasi konsep forum diskusi, saya harus menganalisa video yang tersedia di LMS dan menjawab setiap pertanyaan mengenai video tersebut. Kemudian pada tahap unggah tugas di eksplorasi konsep modul 2.1, saya harus membuat sebuah diagram frayer dengan tujuan untuk mengukur pemahaman saya mengenai pembelajaran berdiferensiasi.

Pada Ruang Kolaborasi tanggal 25 Okotober 2023 bersama fasilitator Bapak Machmud, S.Pd.,M.M, kami melaksanakan diskusi, melaksanakan kesepakatan kelas, menerima penjelasan tentang modul 2.1, melakukan tanya jawab dan membuat kelompok untuk melakukan presentasi di hari berikutnya. Pembagian kelompok dimaksudkan untuk mendiskusikan, menganalisa dan memaparkan mengenai skenario pembelajaran yang ada di LMS, kelompok saya mendapat tugas untuk menganalisis skenario pembelajaran di SD apakah kebutuhan belajar murid sudah terpenuhi atau belum.

Tanggal 26 Oktotebr 2023, kami melaksanakan ruang kolaborasi yang kedua, masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi dan analisa nya secara bergiliran, lalu kelompok yang tidak sedang melakukan presentasi maka harus memberikan tanggapan, saran ataupun pertanyaan. Saya merasa senang bisa berbagi ilmu dan pengalaman dengan sesama rekan  CGP, saya banyak mendapat pemahaman baru mengenai materi yang sedang dibahas. Setelah selesai melaksanakan ruang kolaborasi pada sesi presentasi, lalu kami melakukan unggah tugas ruang kolaborasi di LMS, kelompok kami diberi nama kelpmpok 1 dengan anggota Saparuddin, Nurul Hidayati dan Khlaik Maksum

Tugas kami masih berlanjut di kegiatan Demonstrasi kontekstual, yaitu membuat Rencana Program Pembelajaran (RPP) berdiferensiasi dan mengunggahnya ke dalam LMS. Tak hanya itu, tugas lainnya adalah memberikan kritik, saran dan tanggapan terkait RPP berdiferensiasi yang dibuat oleh rekan CGP lainnya.

Beberapa hari berikutnya, yakni Rabu 31 Oktober 2023 kami bergabung dalam ruang elaborasi pemahaman bersama instruktur Ibu ITA SARIPATI pada pukul 13.00 sd 14.30 wita didampingi oleh fasilitator Bapak Machmud,S.Pd.,M.M., serta pengajar praktik H. Sukirno, S.Pd.,M.Pd, dan rekan CGP lainnya. Kegiatan yang dilakukan adalah menyimak pemaparan instruktur, tanya jawab, dan memperdalam materi pembelajaran berdiferensiasi. Adapun tugas selanjutnya tentang koneksi antar materi yaitu mengaitkan materi modul 2.1 Pembelajaran Berdiferensiasi dengan modul yang sudah kami pelajari sebelumnya. Keterkaitan modul 2.1 pembelajaran berdiferensiasi dengan modul 1.1 filosofi Ki Hajar Dewantara, modul 1.2 nilai dan peran guru penggerak, modul 1.3 visi guru penggerak, dan modul 1.4 budaya positif.

Kegiatan terakhir adalah melakukan aksi nyata mengenai merencanakan pembelajaran berdiferensiasi, walaupun tidak diunggah di LMS namun nantinya akan dipantau langsung oleh Pengajar Praktik pada saat Pendampingan Individu dilaksanakan.

 

2.    FEELING (Perasaan)

Saya merasa bersyukur dan bahagia mendapat ilmu dan pengalaman baru. Pada modul 2.1 saya mendapat ilmu mengenai pembelajaran berdiferensiasi yang awalnya saya merasa belum begitu memahaminya sampai pada saat setelah saya mempelajarinya dan menerima penjelasan dari fasilitator dan instruktur sehingga saya dapat memahaminya. Harapan saya dapat mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi di kelas dan konsisten dalam melaksanakannya. Saya memiliki semangat baru untuk menerapkan dan berbagi ilmu dan pengalaman saya kepada rekan sejawat mengenai pembelajaran berdiferensiasi di sekolah. Tentu saja bukan hal mudah dalam melakukan pembelajaran berdiferensiasi, hal ini membutuhkan kolaborasi dan kreatifitas untuk merancang pembelajaran. Segala sesuatu yang telah dipelajari kemudian dipraktikkan di kelas secara berkelanjutan maka akan mudah untuk dilaksanakannya dan menjadi terbiasa melakukannya.

3.    FINDING (Pembelajaran)

Pembelajaran yang sangat berharga yang diperoleh dari pembelajaran di modul 2.1 adalah tentang pembelajaran berdiferensiasi. Banyak hal baru sebagai modal penting untuk menggali dan meningkatkan minat, bakat dan potensi anak didik di kelas. Berikut beberapa hal mendasar dan penting dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi:

Pembelajaran berdiferensiasi merupakan serangkaian keputusan masuk akal yang dilakukan oleh guru yang berorientasi pada kebutuhan belajar murid. Keputusan masuk akal ini berlandaskan pada tujuan pembelajaran yang didefinisikan secara jelas.

Guru harus mampu merespon kebutuhan belajar murid dengan menerapkan strategi pembelajaran berdiferensiasi, diantaranya:  Diferensiasi konten, Diferensiasi proses, dan Diferensiasi produk. Selain itu, guru juga harus mampu menciptakan lingkungan belajar yang "mengundang" murid untuk belajar, manajemen kelas yang efektif, dan penilaian yang berkelanjutan.Pada tahap awal, tugas guru adalah melakukan pemetaan kebutuhan belajar murid. Terdapat 3 (tiga) aspek dalam memetakan kebutuhan belajar murid, diantaranya: (1) kesiapan belajar, (2) minat belajar, dan (3) profil belajar murid

 

4.    FUTURE (Penerapan)

Setelah selesai mempelajari modul 2.1 hal yang akan saya lakukan agar pembelajaran berdiferensiasi dapat dilaksanakan secara efektif maka langkah awal saya akan memulai memetakan kebutuhan belajar murid di kelas dan merancang pembelajaran berdiferensiasi untuk memenuhi hak belajar murid di kelas. Saya akan terus belajar melalui sumber belajar lainnya, berbagi dan berkolaborasi dengan rekan sejawat dan orang-orang yang memiliki pengalaman dalam pembelajaran berdiferensiasi. Melakukan pengimbasan kepada rekan sejawat di lingkungan sekolah dan bersama-sama melakukan perubahan positif untuk kemajuan pendidikan di lingkungan sekolah yaitu pembelajaran yang berpihak pada murid  sesuai dengan tujuan pendidikan nasional demi 

Kamis, 26 Oktober 2023

2.1.a.8. Koneksi Antar Materi - Modul 2.1

PEMBELAJARAN UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN BELAJAR MURID

OLEH: SAPARUDDIN

CGP ANGKATAN 9 KABUPATEN PASER PROPINSI KALTIM

 


Koneksi Antar Materi Modul 2.1 memuat kesimpulan tentang pembelajaran berdiferensiasi ,bagaimana penerapannya di kelas serta kaitannya dengan modul lainnya.Bagaimana pembelajaran berdiferensiasi dapat memenuhi kebutuhan belajar murid yang menjadikan siswa beragam dapat belajar dengan baik dan aman dalam satu kelas dengan berbagai kebutuhan dan pemenuhan kebutuhannya.


Pertanyaan Pemantik untuk sesi pembelajaran ini adalah:

  1. Apakah saya mengubah pemikiran saya sebagai akibat dari apa telah saya pelajari?

Sejujurnya saya katakan : Ya.

  1. Bagaimana perubahan pemikiran tersebut berkontribusi terhadap pemahaman saya tentang implementasi pembelajaran berdiferensiasi?

Perubahan pemikiran tersebut berkontribusi terhadap pemahaman saya tentang implementasi pembelajaran berdiferensiasi dengan menimbulkan ide baru untuk merubah pembelajaran model lama yang bersifat menyamaratakan pengetahuan dan kebutuhan belajar anak menjadi suatu pembelajaran yang bertujuan memenuhi kebutuhan belajar murid sesuai dengan tingkat kesiapan,minat dan profil belajar murid di kelas.

  1. Bagaimana saya tetap dapat bersikap positif walaupun banyak tantangan dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi ini?

Saya akan berupaya serta tetap optimis belajar dan berkontribusi demi perubahan kearah yang lebih baik,perubahan yang dimulai dari diri sendiri dan lingkungan terkecil semisalnya lingkungan sekolah maupun kelas.

 

PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

Pengertian Pembelajaran Berdiferensiasi

Pembelajaran berdiferensiasi adalah sebuah pembelajaran didalamnya terdapat serangkaian kegiatan guru yang disusun secara sistematis untuk pemenuhan kebutuhan belajar individu murid..Guru bertugas mengakomodir kebutuhan muridnya yang beragam dengan berbagai pendekatan sehingga murid dapat menemukan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Pembelajaran berdiferensiasi adalah usaha guru untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu murid. Thomlinson (1999:14).

Pembelajaran berdiferensiasi adalah serangkaian keputusan masuk akal (common sense) yang dibuat oleh guru yang berorientasi kepada kebutuhan murid dan keputusan di buat berkaitan dengan tujuan pembelajaran,bagaimana guru menanggapi/merespon kebutuhan murid,bagaimana menciptakan lingkungan belajar yang "mengundang" murid untuk belajar dan bekerja keras.mencapai tujuan belajar,manajemen kelas yang efektif,serta penilaian berkelanjutan.

 

Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi

1.       Tujuan Pembelajaran

Guru harus paham capaian pembelajaran dan tujuan pembelajaran agar dapat menetukan bagaiamana ia dapat membantu murid-murid untuk mencapaianya.

2.       Mengetahui dan merespon kebutuhan belajar murid

Guru melakukan pemetaan kebutuhan belajar murid di kelas dengan menggunakan 3 aspek untuk dapat menerapkan pembelajaran yang berdiferensiasi. Adapun 3 aspek tersebut adalah :

  1. Kesiapan belajar murid (Readiness)

Tahap ini adalah dimana murid memiliki kapasitas untuk mempelajari materi,konsep atau keterampilan baru yang membawa murid keluar dari zona aman mereka.Guru memfasilitasi murid dengan dukungan selama dalam pemberian tantangan dalam belajar agar mereka tetap dapat menguasai materi dan keterampilan barunya. Ada banyak cara untuk membedakan kesiapan belajar.Ada 6 contoh perspektif yang dapat digunakan untuk menentukan kesiapan belajar murid. yang terdapat dalam equalizer yang diperkenalkan oleh Tomlison (2001:47).

§  Bersifat mendasar-bersifat transformatif

§  Kongkret-Abstrak

§  Sederhana-Kompleks

§  Terstruktur-Terbuka (Open Ended)

§  Tergantung(Dependent)-Mandiri(Independent)

§  Lambat-Cepat.

Adapun tujuan memperhatikan kebutuhan belajar murid berdasarkan tingkatan kesiapan belajar ini adalah untuk memastikan bahwa semua siswa di berikan pengalaman belajar yang menentang secara tepat (Santangelo & Tomlinson (2009) dalam Josephetal (2013:29).

  1. Minat belajar

Minat merupakan suatu keadaan mental yang menghasilkan respon terarah kepada situasi atau objek tertentu yang menyenangkan dan memberikan kepuasan diri.Tomlinson (2001:53).Minat dapat dilihat dalam 2 perspektif :

§  Minat situasional merupakan keadaan psikologis yang dicirikan oleh peningkatan perhatian,upaya,dan pengaruh yang dialami pada saat tertentu.

§  Minat individu merupakan sebuah kecenderungan individu untuk terlibat dalam jangka waktu lama dengan objek atau topik tertentu.

Beberapa cara yang dapat dilakukan oleh guru untuk menarik minat murid diantaranya :

ü  menciptakan suasana belajar yang menarik

ü  menciptakan konteks pembelajaran yang dikaitkan dengan minat individu murid

ü  mengkomunikasikan nilai manfaat dari apa yang di pelajari

ü  menciptakan kesempatan-kesempatan belajar dimana murid dapat memecahkan persoalan (problem-based-learning)

3.       Profil belajar murid

Bertujuan memperhatikan kebutuhan belajar murid berdasarkan profil belajar adalah untuk memberikan kesempatan pada murid untuk belajar secara alami dan efisien.Profil belajar murid terkait dengan banyak faktor diantaranya :

§  preferensi terhadap lingkungan belajar,misalnya terkait dengan suhu ruangan,tingkat kebisingan,jumlah cahaya,apakah lingkungan belajarnya terstruktur/tidak terstruktur,dsb.

§  pengaruh budaya

§  preferensi gaya belajar dimana murid memilih,memperoleh,memproses,dan mengingat informasi baru.secara umum gaya belajar ada 3, yaitu:

1.       Visual (gambar,flayer,diagram ,peta konsep,dll).

2.       Auditori (penjelasan,audio,pendapat,diskusi)

3.       Kinestetik ( melalui gerakan-gerakan).

4.       preferensi berdasarkan kecerdasan majemuk (multiple intelligences).visual-spasial, musical, bodily-kinestetik, interpersonal, intrapersonal, verbal-linguistik, naturalis, logic-matematika.

 

Guru dapat mengidentifikasi kebutuhan murid dengan berbagai cara. Berikut ini adalah beberapa contoh cara-cara yang dapat dilakukan guru untuk mengidentifikasi kebutuhan belajar murid:

§  mengamati perilaku murid-murid mereka;

§  mengidentifikasi pengetahuan awal yang dimiliki oleh murid terkait dengan topik yang akan dipelajari;

§  melakukan penilaian untuk menentukan pengetahuan, keterampilan, dan sikap mereka saat ini, dan kemudian mencatat kebutuhan yang diungkapkan oleh informasi yang diperoleh dari proses penilaian tersebut;

§  mendiskusikan kebutuhan murid dengan orang tua atau wali murid;

§  mengamati murid ketika mereka sedang menyelesaikan suatu tugas atau aktivitas;

§  bertanya atau mendiskusikan permasalahan dengan murid;

§  membaca rapor murid dari kelas mereka sebelumnya untuk melihat komentar dari guru-guru sebelumnya atau melihat pencapaian murid sebelumnya;

§  berbicara dengan guru murid sebelumnya;

§  membandingkan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dengan tingkat pengetahuan atau keterampilan yang ditunjukkan oleh murid saat ini;

§  menggunakan berbagai penilaian penilaian diagnostik untuk memastikan bahwa murid telah berada dalam level yang sesuai;

§  melakukan survey untuk mengetahui kebutuhan belajar murid;

§  mereview dan melakukan refleksi terhadap praktik pengajaran mereka sendiri untuk mengetahui efektivitas pembelajaran mereka; dll.

 

3.       Lingkungan yang" mengundang" untuk belajar

 

  • Suasana ruangan yang berbeda dapat memberikan perhatian penuh kepada semua murid.Peran guru disini adalah membuat murid nyaman dan leluasa mengungkapkan ide mereka.
  • Beri perhatian yang sama ke semua murid agar semua murid yang memiliki karakter berbeda merasa dipahami dengan sama rata.
  • Perbanyak interaksi
  • Pahami latar belakang murid
  • Support pada murid
  • Menggunakan teknologi
  • Gunakan media pembelajaran dan praktek.

 

  1. Manajemen kelas efektif

Guru mempersiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran yang baik sebelum mengajar ,guru juga harus menguasai materi yang akan disampaikan kepada murid, selain itu guru menampilkan performa mengajar terbaik agar penyampaian materi dapat dimengerti oleh siswa.Menggunakan metode yang sesuai dengan kondisi siswa dengan cara pemilihan metode yang cocok dan sesuai berdasarkan hasil evaluasi dan observasi sebelumnya.Guru dapat mengontrol disiplin siswa agar dapat mengelola kelas dengan baik, melalui kesepakatan kelas menjadikan siswa lebih disiplin ketika akan mengajar di kelas.

 

  1. Penilaian berkelanjutan

Dalam praktek pembelajaran berdiferensiasi ,proses penilaian memegang peranannyang sangat penting. Tomlinson & Moon (2013:18) mengatakan bahwa penilaian adalah proses mengumpulkan,mensistensi,dan menafsirkan informasi di kelas untuk tujuan membantu penggambilan keputusan guru.

Penilaian dapat dipandang dalam 3 perspektif :

1.       Assessment for learning (penilaian yang di lakukan selama berlangsungnya proses pembelajaran dan biasanya digunakan sebagai dasar untuk melakukan perbaikan proses belajar mengajar.Berfungsi sebagai penilaian formatif.

2.       Assessment of learning (penilaian yang dilaksanakan setelah proses pembelajaran selesai.Berfungsi sebagai penilaian sumatif.

3.       Assessment as learning (penilaian sebagai proses belajar dan melibatkan murid-murid secara aktif dalam kegiatan penilaian tersebut.Penilaian ini juga dapat berfungsi sebagai penilaian formatif.

 

                 Asesmen formatif memungkinkan guru untuk mengenal murid mereka dengan baik,oleh karena itu guru dapat membuat keputusan terbaik demi menantang murid dengan tepat dan melibatkan murid dalam pembelajaran.

 

 

Keterkaitan Antara Materi Dalam Modul 2.1 Dengan Modul Lainnya

  • Pembelajaran berdiferensiasi kaitannya dengan filosofi pendidikan KI Hajar Dewantara

            Dalam materi filosofi KHD menegaskan bahwa pendidikan harus berpihak pada murid. KHD melarang adanya paksaan kepada murid karena akan mematikan jiwa merdeka serta kreatifitasnya.KHD menjelaskan bahwa tujuan pendidikan yaitu : menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak,agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat.Oleh sebab itu,pendidikan itu hanya dapat menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak,agar dapat memperbaiki lakunya (bukan dasarnya) hidup dan tumbuhnya kekuatan kodrat anak.Hal ini selaras dengan pembelajaran berdiferensiasi, dimana pembelajaran berorientasi kepada kebutuhan murid .

  • Pembelajaran berdiferensiasi kaitannya dengan Nilai-Nilai Dan Peran Guru Penggerak

Nilai dan peran guru yang diharapkan dalam pembelajaran berdiferensiasi adalah Nilai reflektif yang dapat menumbuhkan dan senantiasa memaknai pengalaman belajar yang diberikan baik bagi murid maupun orang disekelilingnya yang memiliki variasi pengalaman belajar yang berbeda-beda secara positif,apresiatif,dan produktif. Guru memiliki nilai reflektif terhadap proses pembelajaran yang sudah dilaluinya bersama murid; harus inovatif membuat media pembelajarn yang sesuai dengan kebutuhan murid; dan harus mampu berkolaborasi dengan murid, sesama guru, dan orang tua murid untuk mendapatkan informasi tentang karakter belajar murid.

  • Pembelajaran berdiferensiasi kaitannya dengan visi guru penggerak

Guru Penggerak memiliki Visi untuk melakukan perubahan positif pada pembelajaran yang berpihak pada murid. melalui strategi pendekatan Inquiry Apresiatif, guru akan menemukan kekuatan yang dimilikinya untuk mewujudkan VISI tentang murid impiannya sehingga dengan pembelajaran berdiferensiasi murid dapat terpenuhi kebutuhan belajarnya.

  • Pembelajaran berdiferensiasi kaitannya dengan budaya positif

Salah satu tanggung jawab seorang guru adalah bagaimana menciptakan suatu lingkungan positif yang terdiri dari   warga sekolah yang saling mendukung,saling belajar,saling bekerja sama sehingga tercipta kebiasaan-kebiasaan baik akan tumbuh menjadi karakter-karakter baik warga sekolah,dan pada akhirnya karakter-karakter dari kebiasan-kebiasaan baik akan membentuk sebuah budaya positif.Lingkungan yang positif terwujud karena adanya budaya positif yang lahir dari disiplin internal dalam komunitas belajar.



SALAM GURU PENGGERAK
"TERGERAK, BERGERAK MENGGERAKAN"