Ikhlas Bakti, Bina Bangsa, Pramuka Paser Terus Maju
OLO MANIN ASO BUEN SIOLONDO-HARI BESOK LEBIH BAIK DARI HARI INI

Rabu, 13 Mei 2026

Kwarran Tanah Grogot Gelar Pelatihan Administrasi Gugus Depan untuk Perkuat Tata Kelola Pramuka

 Tanah Grogot — Semangat pembenahan tata kelola organisasi Gerakan Pramuka terlihat kuat dalam kegiatan Pelatihan Administrasi Gugus Depan yang dilaksanakan oleh Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Tanah Grogot pada Rabu, 13 Mei 2026 di Aula SMKN 1 Tanah Grogot.

Kegiatan yang diikuti puluhan pembina dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA ini menjadi salah satu langkah nyata Kwarran Tanah Grogot dalam menjawab berbagai persoalan administrasi yang selama ini masih banyak terjadi di tingkat Gugus Depan.
Mulai dari tidak tertatanya buku administrasi, lemahnya pengarsipan, tidak konsistennya surat menyurat sesuai jukran, hingga banyaknya Gugus Depan yang belum melaksanakan Musyawarah Gugus Depan (Mugus) secara rutin menjadi latar belakang utama pelaksanaan kegiatan tersebut.
Pelatihan ini turut dihadiri oleh Ketua Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Tanah Grogot, Ka Melly, Ketua Kwartir Cabang Paser Drs. Suwito yang di wakili Ketua Harian Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Paser, Ka H. Nasradin, Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran) Kecamatan Tanah Grogot sekaligus Camat Tanah Grogot, Ka Abdul Rasyid, serta narasumber dari  Kwartir Cabang Pasere, Saparuddin dan Adi.
Dalam sambutannya, Ketua Mabiran Tanah Grogot, Ka Abdul Rasyid, menegaskan bahwa administrasi bukan hanya persoalan teknis, melainkan pondasi penting dalam membangun organisasi yang sehat dan profesional.
“Selama ini administrasi sering dianggap pekerjaan tambahan, padahal administrasi adalah jantung organisasi. Organisasi yang besar tidak akan berjalan baik tanpa administrasi yang tertib. Melalui pelatihan ini, kita ingin membangun budaya organisasi yang lebih disiplin, lebih tertata, dan lebih profesional,” ujar Ka Abdul Rasyid.
Beliau juga mengaitkan kegiatan ini dengan visi pembangunan Kabupaten Paser, yaitu Paser TUNTAS. Menurutnya, semangat Paser TUNTAS tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan tata kelola organisasi.
“Gerakan Pramuka memiliki peran besar dalam pembentukan karakter generasi muda. Maka pembinanya juga harus terus berkembang, termasuk dalam kemampuan administrasi dan tata kelola organisasi. Ini bagian dari semangat Paser TUNTAS,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Kwarran Tanah Grogot, Ka Melly, menyampaikan bahwa pelatihan ini lahir dari hasil identifikasi langsung terhadap kondisi administrasi Gugus Depan di lapangan.
Menurutnya, masih banyak pembina yang memiliki semangat tinggi dalam membina peserta didik, tetapi terkendala dalam pengelolaan administrasi yang baik dan berkelanjutan.
“Kita melihat banyak Gugus Depan aktif melaksanakan kegiatan, tetapi administrasinya belum tertata. Ada yang belum rutin mengisi buku administrasi, arsip belum rapi, bahkan ada yang belum memiliki legalitas pembina yang lengkap. Karena itu, pelatihan ini dibuat agar para pembina memiliki pemahaman dan keterampilan yang lebih baik,” jelas Ka Melly.
Beliau berharap kegiatan tersebut tidak berhenti hanya pada pelatihan semata, tetapi benar-benar diterapkan di Gugus Depan masing-masing.
“Harapan kami sederhana, setelah pulang dari sini para pembina mulai menata administrasi Gugus Depannya sedikit demi sedikit. Kalau dilakukan bersama-sama, maka kualitas organisasi Pramuka di Tanah Grogot akan meningkat,” lanjutnya.
Ketua Harian Kwarcab Paser, Ka H. Nasradin, dalam arahannya memberikan apresiasi terhadap langkah progresif yang dilakukan Kwarran Tanah Grogot. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi contoh positif dalam upaya penguatan organisasi di tingkat ranting.
“Saya mengapresiasi Kwarran Tanah Grogot karena mampu melihat kebutuhan nyata di lapangan. Pelatihan seperti ini sangat penting karena administrasi adalah bagian dari identitas organisasi. Kalau administrasi tertib, maka organisasi juga akan lebih mudah berkembang,” ungkap Ka H. Nasradin.
Beliau juga menekankan bahwa administrasi yang baik akan berdampak langsung terhadap pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia di Gerakan Pramuka.
“Banyak hak pembina yang akhirnya terkendala karena administrasi tidak tertib, termasuk dalam pengajuan penghargaan dan legalitas organisasi. Maka kegiatan ini sangat strategis,” tambahnya.
Pada pelaksanaan pelatihan, peserta mendapatkan materi langsung dari Pusdiklatcab Gerakan Pramuka Paser yang disampaikan oleh Ka Sapar dan Ka Adi.
Ka Sapar menjelaskan bahwa salah satu tantangan terbesar Gugus Depan saat ini adalah membangun konsistensi administrasi.
“Masalahnya bukan pembina tidak mampu, tetapi sering kali belum ada sistem yang sederhana dan konsisten dijalankan. Karena itu kami mencoba memberikan pola administrasi yang lebih mudah diterapkan,” ujar Ka Sapar.
Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya tata naskah dinas, arsip organisasi, pengelolaan laporan kegiatan, serta legalitas pembina melalui Musyawarah Gugus Depan.
Sementara itu, Ka Adi menekankan pentingnya perubahan pola pikir pembina terhadap administrasi. “Administrasi jangan dianggap beban. Administrasi itu alat untuk menjaga keberlangsungan organisasi. Kalau administrasi rapi, maka program kerja akan jelas, data anggota tertata, dan organisasi akan lebih mudah berkembang,” katanya.


Kegiatan berlangsung dengan suasana aktif dan interaktif. Para peserta terlihat antusias mengikuti sesi diskusi maupun praktik langsung penyusunan administrasi Gugus Depan.
Melalui kegiatan ini, Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Tanah Grogot berharap dapat mendorong lahirnya budaya administrasi yang lebih tertib, modern, dan profesional di seluruh Gugus Depan, sehingga mampu mendukung kemajuan Gerakan Pramuka serta pembentukan karakter generasi muda di Kabupaten Paser. (rdn)



Rabu, 06 Mei 2026

Kwarcab Paser Gelar Rapat Perdana

 Tana Paser_Kepengurusan baru, Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Paser Masa Bakti 2026-2031,  menggelar  pertemuan perdana, yaitu Rapat Pimpinan dan anggota pengurus Kwartir Cabang Paser walaupun belum dilantik Ketua Kwarcab Paser telah berinisiatif untuk megumpulkan pengurus kwarcab paser yang baru dalam rangka silaturahmi sekaligus perkenalan pengurus Kwarcab Paser, rapat ini langsung dipimpin Ketua Kwarcab Paser Drs. Suwito yang di hadiri, dihadiri unsur pimpinan, anggota pengurus kwarcab, serta  Sekretaris Cabang. Ada juga pengurus yang berhalangan hadir karena ada kegiatan dan berada diluar Paser.

Ketua Kwarcab Paser, Kak Suwito mengatakan, rapat digelar sebagai ajang silahturahmi, koordinasi dan konsolidasi antar pengurus Kwarcab Paser masa bakti 2026– 2031. Selain itu, membahas keikutsertaan Paser pada Jambore Nasional Tahun 2026 ini, selain itu juga membahas perihal pelantikan Pengurus Kwarcab Paser.




“Alhamdulillah pertemuan perdana unsur pimpinan dan pengurus Kwarcab dengan agenda silahturahmi, serta pembahasan pelantikan dan jambore nasional telah disepakati untuk dilaksanakan sesuai dengan time line masing-masing kegiatan baik kegiatan daerah maupun kegiatan secara nasional,” ujar Kak Wito sapaan akrabnya.

Untuk diketahui seleksi Jambore Nasional akan di rencanakan tanggal  16 dan 17 Mei 2026 di Sekretariat Kwarcab Paser (spn) 

Sabtu, 02 Mei 2026

Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Tanah Grogot Gelar Kemah Penghijauan, Tanam Pohon Ulin sebagai Warisan Generasi Masa Depan

Tanah Grogot_Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Tanah Grogot sukses menyelenggarakan kegiatan Kemah Penghijauan yang berlangsung selama dua hari, pada tanggal 1–2 Mei 2026, bertempat di Gudep Diponegoro Pangkalan SMA IT Al-Khawarizmi Tanah Grogot. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian Gerakan Pramuka terhadap kelestarian lingkungan sekaligus sebagai sarana pendidikan karakter bagi generasi muda.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Pramuka Penegak se-Kecamatan Tanah Grogot yang hadir dengan penuh semangat dan antusias. Kehadiran para penegak dari berbagai pangkalan menjadikan kegiatan ini tidak hanya sebagai aksi lingkungan, tetapi juga momentum mempererat persaudaraan dan solidaritas antaranggota pramuka. Puncak kegiatan dilaksanakan pada hari kedua dengan agenda utama penanaman berbagai bibit pohon buah dan tanaman penghijauan. Para peserta terlibat langsung dalam proses penanaman, mulai dari persiapan lahan hingga penanaman bibit, menciptakan suasana kebersamaan yang penuh makna.

Ketua Kwarcab Paser Kak Drs. Suwito yang diwakili Kak Erwintoro dalam sambutannya mengatakan Kegiatan Kemah Penghijauan ini bukanlah sekadar acara berkemah biasa. Lebih dari itu, ini adalah bentuk aksi nyata kepedulian kita terhadap lingkungan. Melalui kegiatan menanam pohon, merawat alam, dan belajar hidup berdampingan dengan lingkungan, kita sedang menanam harapan bagi masa depan bumi yang lebih hijau dan lestari. Saya berharap, selama kegiatan ini berlangsung, semangat kebersamaan, disiplin, dan cinta alam senantiasa menyertai langkah kita. Selamat berkemah, selamat beraktivitas, dan mari kita jaga bumi kita bersama-sama kata Erwin (2/5).

Adapun bibit pohon yang ditanam terdiri dari berbagai jenis tanaman buah seperti alpukat, nangka, cempedak, mangga, rambutan, jambu, serta berbagai jenis tanaman lainnya yang memiliki nilai manfaat ekologis dan ekonomis. Keberagaman jenis tanaman ini diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang, baik dari segi lingkungan maupun ketahanan pangan di masa depan.

Salah satu momen yang paling bermakna dalam kegiatan ini adalah penanaman bibit pohon ulin, yang dikenal sebagai salah satu pohon endemik Kalimantan. Pohon ulin atau yang sering disebut sebagai “kayu besi” saat ini keberadaannya semakin langka akibat eksploitasi dan kerusakan hutan. Oleh karena itu, penanaman pohon ulin ini tidak hanya menjadi simbol kepedulian lingkungan, tetapi juga sebagai bentuk komitmen menjaga warisan alam Kalimantan untuk generasi yang akan datang.

Ketua Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Tanah Grogot, Kak Mely, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki nilai yang lebih dari sekadar aktivitas fisik. “Hari ini kita tidak hanya menanam pohon, tetapi kita sedang menanam harapan. Apa yang kita tanam hari ini, insyaAllah akan menjadi amal jariah bagi adik-adik semua. Pohon-pohon ini akan tumbuh, berbuah, dan memberi manfaat, bahkan ketika kita mungkin sudah tidak lagi berada di sini. Inilah investasi kebaikan untuk masa depan,” ujar Kak Mely. Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya membangun kesadaran lingkungan sejak dini, terutama bagi generasi muda, agar mereka tidak hanya menjadi penikmat alam, tetapi juga penjaga dan pelestari lingkungan.

Ucapan terima kasih juga disampaikan oleh Kak Suratman selaku Mabigus Diponegoro Pangkalan SMA IT Al-Khawarizmi Tanah Grogot, yang turut menjadi tuan rumah kegiatan ini. Dalam pernyataannya, beliau mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada pangkalan SMA IT Al-Khawarizmi serta antusiasme seluruh peserta. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Tanah Grogot atas kepercayaan yang diberikan kepada pangkalan kami sebagai tempat pelaksanaan kegiatan Kemah Penghijauan ini. Kegiatan ini sangat positif dan memberikan nilai edukasi yang luar biasa bagi peserta didik, khususnya dalam menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini,” ungkap Kak Suratman. Beliau juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak peserta di masa mendatang.

Kegiatan Kemah Penghijauan ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran di luar kelas, tetapi juga menjadi sarana memperkuat nilai gotong royong, kepemimpinan, dan tanggung jawab sosial di kalangan generasi muda. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap keberlanjutan alam.

Penanaman pohon, khususnya pohon ulin sebagai simbol, menjadi pengingat bahwa setiap langkah kecil yang dilakukan hari ini memiliki dampak besar di masa depan. Apa yang ditanam hari ini bukan hanya pohon, tetapi juga nilai, harapan, dan keberlanjutan kehidupan. (rdn/red)



Dianpinru Penggalang Tanah Grogot Resmi Dibuka, Wadah Pembentukan Pemimpin Regu yang Tangguh dan Berkarakter

 Tanah Grogot – Semangat kebersamaan dan jiwa kepemimpinan tampak begitu kuat dalam pembukaan kegiatan Gladian Pimpinan Regu (Dianpinru) Pramuka Penggalang Kwartir Ranting Tanah Grogot yang resmi dibuka oleh Kak Drs. Suwito, selaku Ketua Kwartir Cabang Paser, pada Rabu (29/4). Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Tri Satya Kwarcab Paser, Jalan R.A. Kartini, dengan penuh nuansa kepramukaan yang kental akan nilai disiplin, persaudaraan, dan pengabdian.

Dalam laporan kegiatan, Kak Khairul Saleh, S.Pd. selaku Ketua Panitia menyampaikan bahwa Dianpinru merupakan salah satu kegiatan strategis dalam pembinaan Pramuka Penggalang, khususnya dalam mempersiapkan calon-calon pemimpin regu (Pinru) yang handal di gugus depan masing-masing.

“Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan biasa, tetapi menjadi ruang pembelajaran bagi adik-adik Pramuka Penggalang untuk mengasah kemampuan memimpin, mengambil keputusan, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab sebagai seorang pemimpin regu,” ujar Kak Khairul.

Ia juga menjelaskan bahwa sebanyak 47 orang peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri dari 23 Pramuka Penggalang putra dan 24 putri, yang berasal dari gugus depan se-Kwartir Ranting Tanah Grogot. Selama kegiatan berlangsung, para peserta tidak hanya dibekali materi kepemimpinan, tetapi juga dilatih dalam hal kedisiplinan, kerja sama tim, komunikasi efektif, serta penguatan karakter sesuai dengan nilai-nilai Dasadarma dan Trisatya Pramuka.

Kegiatan Dianpinru ini dilaksanakan selama dua hari dua malam, mulai 29 hingga 30 April 2026, dengan sistem pembinaan intensif yang mengedepankan praktik langsung di lapangan. Para peserta juga berkontribusi membawa natura berupa bahan makanan mentah sebagai bentuk kemandirian dan gotong royong khas Pramuka.

Sementara itu, Kak Sumarni Murtisari, S.Pd. yang akrab disapa Kak Melly selaku Ketua Kwartir Ranting Tanah Grogot menyampaikan harapan besar terhadap kegiatan ini. Ia menekankan bahwa Dianpinru harus mampu menjadi wadah pembentukan karakter generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, adik-adik tidak hanya menjadi pemimpin di regunya, tetapi juga menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” tutur Kak Melly.

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir mendampingi Ketua Kwarcab Paser, yaitu Kak Drs. H. Nasradin, M.Pd. dan Kak Saparudin, M.Pd. dari Pusdiklat Kwarcab Paser yang turut memberikan dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan ini.

Dalam amanatnya, Kak Drs. Suwito memberikan apresiasi yang tinggi kepada jajaran Kwartir Ranting Tanah Grogot atas konsistensi dalam melaksanakan program pembinaan kepramukaan. Ia menegaskan bahwa Dianpinru memiliki peran penting dalam mencetak kader pemimpin masa depan.

“Adik-adik Pramuka Penggalang adalah calon pemimpin di masa depan. Ikuti setiap proses kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, serap ilmu yang diberikan, dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jadilah pemimpin yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan berintegritas,” pesan Kak Suwito dengan penuh semangat.

Lebih lanjut, Kak Suwito juga mengaitkan pentingnya kegiatan kepramukaan dengan visi pembangunan daerah Kabupaten Paser, yaitu Paser TUNTAS (Tangguh, Unggul, Tranformatif, Adil, dan Sejahtera). Ia berharap Gerakan Pramuka dapat menjadi garda terdepan dalam membentuk generasi muda yang siap berkontribusi bagi pembangunan daerah dan bangsa.

Suasana kegiatan pun berlangsung penuh semangat kekeluargaan khas Pramuka. Interaksi antara peserta, panitia, dan pelatih mencerminkan nilai persaudaraan yang kuat. Setiap sesi kegiatan dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan teknis kepemimpinan, tetapi juga membentuk mental tangguh, jiwa sosial, serta semangat gotong royong.

Melalui kegiatan Dianpinru ini, diharapkan lahir para pemimpin regu yang mampu menjadi penggerak di gugus depan masing-masing, serta menjadi contoh nyata dalam mengamalkan nilai-nilai kepramukaan di kehidupan sehari-hari. Sebab sejatinya, Pramuka bukan hanya tentang kegiatan, tetapi tentang proses pembentukan karakter dan pengabdian tanpa henti untuk negeri. (rdn/red)

 


Selasa, 02 September 2025

KML-G Kwarda Kaltim Berakhir

Tana Paser_Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Kalimantan Timur yang di wakili Kak Ida Lismaya sekaligus sebagai Ketua Panitia pada Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan Kwartir Daerah Kaltim , Kemahiran Pembina Penggalang negak (KML-G) yang telah dilaksanakan mulai 27  Agustus  sampai dengan 1 September 2025 di Kwartir  Cabang Paser.Diawal sambutan, Ida menyampaikan salam hangat dari Ketua Kwarda Kaltim, yang berhalangan hadir, karena harus beberapa kegiatan di Samarinda yang tidak dapat diwakilkan kepada orang lain.

‘"permohonan maaf  Ketua Kwarda Kaltim Kak Fachrudin tidak dapat hadir ditengah-tengah kita, karena beliau ada bererap agenda kegiatan yang di tidak dapat diwakilkan kepada orang lain” kata Ida

Selain itu Ida juga menyampaikan hal-hal yang penting dalam pasca KML  “kakak-kakak yang mana pada hari ini yang dinyatakan lulus dari Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan ini, saya dan pelatih sangat mengharapkan peran kakak-kakak dalam membina adik-adik penggalang, yang terpenting adalah peserta didik nantinya dapat meraih pramuka garuda” ujarnya

Ketua Kwarcab Paser  Drs. H. Nasradin,M.Pd  saat sambutan sekaligus menutup KML-G,menyampaikan  bahwa selama kurun waktu 7 hari pelaksanaan KML-G, baik peserta maupun panitia telah meninggalkan pekerjaan dan keluarga masing masing, hal ini tentu dengan kakak-kakak serius dalam kursus ini telah banyak ilmu yang didapatkan selama kursus , saya berharap kepada kakak-kakak peserta KML-G nantinya dapat mengimplementasikan apa yang sudah di dapat pada kursus.

“saya berharap semua kakak-kakak yang mengikuti kursus ini dan lulus KML-G agar dapat mengembangkan potensi yang ada setelah mendapatkan ilmu-ilmu kepramukaan  dari  Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan, dan saya berharap selama masa pengembangannya nanti kakak-kakak di gugus depan benar-benar memajukan kegiatan kepramukaan” kata Nasradin

Untuk diketahui dalam laporan Kepala Pusat Pendidikan dan Latihan Kwartir Cabang gerakan pramuka Paser Drs. H. Syahrudin Yahya dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini peserta yang mendaftar sebanyak 45 orang peserta yang terdaftar, namun sesuai dengan kouta dari Kwartir Daerah hanya 40 orang saja yang diterima, maka yang mengikuti sampai akhir kursus hanya 40 orang peserta, KML-G ini berasal dari Kwartir Ranting dalam wilayah kerja Kwarcab Paser.

“38 peserta KML_G lulus murni, 1 peserta tanpa keterangan dan 1  peserta ditunda kelulusannya karena sesuatu hal,” kata Syahrudin Yahya dalam laporannya

Penutupan KML-G Kwarda Kaltim tahun 2025 diakhiri dengan rangkaian agenda seperti penyerahan Pataka Pelatihan dari Pimpinan Kursus kepada Pusdiklatda Kaltim, Pencabutan Kapak adat Ruhui Rahayu oleh Pimpinan Kursus;  serta penyerahan hadiah bagi peserta yang mendapatkan penilian terbaik selama KML-G dan, diakhiri penyerahan Ijazah Kursus. (spn)








Sabtu, 19 Juli 2025

LOGO HARI PRAMUKA KE 64 TAHUN 2025

 


Tahun 2025 merupakan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pramuka ke-64. Gerakan Pramuka Indonesia didirikan secara resmi pada 14 Agustus 1961, dan sejak saat itu setiap tanggal 14 Agustus diperingati sebagai Hari Pramuka Nasional.
tema peringatan Hari Pramuka ke-64 tahun 2025 adalah “Kolaborasi untuk Membangun Ketahanan Bangsa”


Rabu, 01 November 2023

JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 2.1 PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

SAPARUDDIN

Calon Guru Penggerak

Angkatan 9 Kabupaten Paser Kalimantan Timur

 

 

Assalamualaikum wr wb..

Salam hangat dan bahagia Bapak dan Ibu Guru Hebat. Perkenalkan nama saya SAPARUDDIN Calon Guru Penggerak (CGP) Angkatan 9 Kabupaten Paser asal SD Negeri 004 Tanjung Harapan. Saya akan menuliskan refleksi mengenai kegiatan yang telah saya lakukan pada program guru penggerak di modul 2.1 Pembelajaran Berdiferensiasi.

 

Setelah selama dua minggu mempelajari modul 2.1. Pembelajaran Berdiferensiasi, calon guru penggerak mengikuti pembelajaran melalui sinkronus dan asinkronus dengan alur pembelajaran MERDEKA.

 

M = Mulai dari diri

E = elaborasi Konsep

R = Ruang Kolaborasi

D = Demonstrasi Kontekstual

E = Elaborasi Pemahaman

K = koneksi Antar Materi

A = Aksi Nyata

 

Dalam jurnal dwi mingguan ini, saya akan menuliskan refleksi mengenai kegiatan dan pengalaman saya setelah mempelajari modul 2.1. Saya menuliskan refleksi ini menggunakan model refleksi 4F yang di prakarsai oleh Dr. Roger Greenway.

 

1.    Fact (Peristiwa)

saya memulai kegiatan Pre test untuk modul 2 pada tanggal 20 Oktober 2023, kemudian pada bagian mulai dari diri dengan membuat refleksi diri mengenai bagaimana seorang guru dapat mengelola kelas dan memenuhi kebutuhan belajar murid. Kami diminta membayangkan kondisi kelas dan juga menjelaskan tantangan yang dihadapi dalam proses pembelajaran dikelas serta tindakan yang dilakukan untuk mengatasi tantangan tersebut.

Pada Eksplorasi konsep forum diskusi, saya harus menganalisa video yang tersedia di LMS dan menjawab setiap pertanyaan mengenai video tersebut. Kemudian pada tahap unggah tugas di eksplorasi konsep modul 2.1, saya harus membuat sebuah diagram frayer dengan tujuan untuk mengukur pemahaman saya mengenai pembelajaran berdiferensiasi.

Pada Ruang Kolaborasi tanggal 25 Okotober 2023 bersama fasilitator Bapak Machmud, S.Pd.,M.M, kami melaksanakan diskusi, melaksanakan kesepakatan kelas, menerima penjelasan tentang modul 2.1, melakukan tanya jawab dan membuat kelompok untuk melakukan presentasi di hari berikutnya. Pembagian kelompok dimaksudkan untuk mendiskusikan, menganalisa dan memaparkan mengenai skenario pembelajaran yang ada di LMS, kelompok saya mendapat tugas untuk menganalisis skenario pembelajaran di SD apakah kebutuhan belajar murid sudah terpenuhi atau belum.

Tanggal 26 Oktotebr 2023, kami melaksanakan ruang kolaborasi yang kedua, masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi dan analisa nya secara bergiliran, lalu kelompok yang tidak sedang melakukan presentasi maka harus memberikan tanggapan, saran ataupun pertanyaan. Saya merasa senang bisa berbagi ilmu dan pengalaman dengan sesama rekan  CGP, saya banyak mendapat pemahaman baru mengenai materi yang sedang dibahas. Setelah selesai melaksanakan ruang kolaborasi pada sesi presentasi, lalu kami melakukan unggah tugas ruang kolaborasi di LMS, kelompok kami diberi nama kelpmpok 1 dengan anggota Saparuddin, Nurul Hidayati dan Khlaik Maksum

Tugas kami masih berlanjut di kegiatan Demonstrasi kontekstual, yaitu membuat Rencana Program Pembelajaran (RPP) berdiferensiasi dan mengunggahnya ke dalam LMS. Tak hanya itu, tugas lainnya adalah memberikan kritik, saran dan tanggapan terkait RPP berdiferensiasi yang dibuat oleh rekan CGP lainnya.

Beberapa hari berikutnya, yakni Rabu 31 Oktober 2023 kami bergabung dalam ruang elaborasi pemahaman bersama instruktur Ibu ITA SARIPATI pada pukul 13.00 sd 14.30 wita didampingi oleh fasilitator Bapak Machmud,S.Pd.,M.M., serta pengajar praktik H. Sukirno, S.Pd.,M.Pd, dan rekan CGP lainnya. Kegiatan yang dilakukan adalah menyimak pemaparan instruktur, tanya jawab, dan memperdalam materi pembelajaran berdiferensiasi. Adapun tugas selanjutnya tentang koneksi antar materi yaitu mengaitkan materi modul 2.1 Pembelajaran Berdiferensiasi dengan modul yang sudah kami pelajari sebelumnya. Keterkaitan modul 2.1 pembelajaran berdiferensiasi dengan modul 1.1 filosofi Ki Hajar Dewantara, modul 1.2 nilai dan peran guru penggerak, modul 1.3 visi guru penggerak, dan modul 1.4 budaya positif.

Kegiatan terakhir adalah melakukan aksi nyata mengenai merencanakan pembelajaran berdiferensiasi, walaupun tidak diunggah di LMS namun nantinya akan dipantau langsung oleh Pengajar Praktik pada saat Pendampingan Individu dilaksanakan.

 

2.    FEELING (Perasaan)

Saya merasa bersyukur dan bahagia mendapat ilmu dan pengalaman baru. Pada modul 2.1 saya mendapat ilmu mengenai pembelajaran berdiferensiasi yang awalnya saya merasa belum begitu memahaminya sampai pada saat setelah saya mempelajarinya dan menerima penjelasan dari fasilitator dan instruktur sehingga saya dapat memahaminya. Harapan saya dapat mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi di kelas dan konsisten dalam melaksanakannya. Saya memiliki semangat baru untuk menerapkan dan berbagi ilmu dan pengalaman saya kepada rekan sejawat mengenai pembelajaran berdiferensiasi di sekolah. Tentu saja bukan hal mudah dalam melakukan pembelajaran berdiferensiasi, hal ini membutuhkan kolaborasi dan kreatifitas untuk merancang pembelajaran. Segala sesuatu yang telah dipelajari kemudian dipraktikkan di kelas secara berkelanjutan maka akan mudah untuk dilaksanakannya dan menjadi terbiasa melakukannya.

3.    FINDING (Pembelajaran)

Pembelajaran yang sangat berharga yang diperoleh dari pembelajaran di modul 2.1 adalah tentang pembelajaran berdiferensiasi. Banyak hal baru sebagai modal penting untuk menggali dan meningkatkan minat, bakat dan potensi anak didik di kelas. Berikut beberapa hal mendasar dan penting dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi:

Pembelajaran berdiferensiasi merupakan serangkaian keputusan masuk akal yang dilakukan oleh guru yang berorientasi pada kebutuhan belajar murid. Keputusan masuk akal ini berlandaskan pada tujuan pembelajaran yang didefinisikan secara jelas.

Guru harus mampu merespon kebutuhan belajar murid dengan menerapkan strategi pembelajaran berdiferensiasi, diantaranya:  Diferensiasi konten, Diferensiasi proses, dan Diferensiasi produk. Selain itu, guru juga harus mampu menciptakan lingkungan belajar yang "mengundang" murid untuk belajar, manajemen kelas yang efektif, dan penilaian yang berkelanjutan.Pada tahap awal, tugas guru adalah melakukan pemetaan kebutuhan belajar murid. Terdapat 3 (tiga) aspek dalam memetakan kebutuhan belajar murid, diantaranya: (1) kesiapan belajar, (2) minat belajar, dan (3) profil belajar murid

 

4.    FUTURE (Penerapan)

Setelah selesai mempelajari modul 2.1 hal yang akan saya lakukan agar pembelajaran berdiferensiasi dapat dilaksanakan secara efektif maka langkah awal saya akan memulai memetakan kebutuhan belajar murid di kelas dan merancang pembelajaran berdiferensiasi untuk memenuhi hak belajar murid di kelas. Saya akan terus belajar melalui sumber belajar lainnya, berbagi dan berkolaborasi dengan rekan sejawat dan orang-orang yang memiliki pengalaman dalam pembelajaran berdiferensiasi. Melakukan pengimbasan kepada rekan sejawat di lingkungan sekolah dan bersama-sama melakukan perubahan positif untuk kemajuan pendidikan di lingkungan sekolah yaitu pembelajaran yang berpihak pada murid  sesuai dengan tujuan pendidikan nasional demi