Rabu, 09 April 2014
Senin, 29 Juli 2013
RATUSAN ANGGOTA PRAMUKA IKUT KEMAH RAMADAN
TANA PASER - Pandu Paser.
![]() |
| HM.Mardikasnyah Wabup Paser |
Sekitar 500 peserta dari sepuluh
kecamatan di Kabupaten Paser ambil bagian dalam Kemah Ramadan yang digelar di
halaman SMK Muhammadiyah, Kecamatan Long Ikis. Agenda rutin tahunan ini
dibuka Wakil Bupati Paser HM Mardikansyah SH, Jumat (19/7) lalu.
Dalam
sambutannya, Wabup mendukung penuh kegiatan yang digelar sebagai salah satu
upaya mengisi waktu luang pada bulan Ramadan sekaligus mempererat tali
silaturahmi dan kekeluargaan.
“Melalui
acara ini, tidak hanya mampu membentuk watak kepribadian dan kemandirian, tapi
juga peserta akan dilatih hingga nantinya dapat beradaptasi dan kepedulian
sesama di lingkungan masyarakat,” ungkap Mardikansyah.
Menurutnya,
selama ini, kegiatan kepramukaan semakin banyak dilaksanakan. Hal itu tentunya
berdampak bagi peserta pada masa yang akan datang. “Saya menyampaikan rasa
bangga. Sangatlah tepat adik-adik memilih Pramuka sebagai kegiatan
ekstrakurikuler di sekolah,” bebernya.
Ditambahkan
Mardikansyah, bahwa mengikuti sekolah formal saja tidak cukup, mengingat sangat
terbatas waktu untuk mempelajari berbagai pengetahuan dan keterampilan yang
akan menjadi bekal hidup di kemudian hari.
“Dalam
setahun sekali untuk membina perilaku dan pengetahuan perlu ditingkatkan serta
dimaknai dari kegiatan ini. Selain itu, bagi peserta kemah Ramadan, saya
ingatkan agar selalu menjaga hubungan silaturahim dengan seluruh peserta dari
berbagai kecamatan,” pesannya.
Kemah
Ramadan yang mengusung tema Membentuk Generasi Muda yang Bertakwa kepada Tuhan
Yang Maha Esa, dimaksudkan sebagai upaya pemahaman kepramukaan, yakni
satya dan darma Pramuka oleh seluruh peserta kemah sehingga dapat disiapkan
kader atau calon generasi yang akan datang.
![]() | |
| Kwarran Tana Paser meraih Juara Umum |
“Apalagi
dalam kegiatan itu juga diramaikan berbagai lomba kegiatan bernuansa Islam
seperti azan, kaligrafi, fardu kifayah, kultum di mana pesertanya akan
mendapatkan piala dan trofi serta piagam penghargaan,” jelas Kwartir Pramuka HM
Sidik Said.
Dalam upaya
tercapainya visi dan misi gerakan Pramuka, diakui Sidik harus mempersiapkan
kaum muda sebagai generasi yang akan datang. Tentunya mereka harus cinta tanah
air, berakhlak mulia dan berjiwa patriotik. Selama bergabung dalam Pramuka,
prestasi ini tentu harus dapat dipertahankan dan bahkan semakin lebih
ditingkatkan.
“Kegiatan
ini diselenggarakan dalam bentuk perkemahan yang bertujuan untuk mengisi waktu
luang sekaligus melatih solidaritas serta kekeluargaan bagi seluruh peserta.
Selain itu, mengisi kegiatan pada bulan penuh berkah ini hal yang positif
untuk anak-anak,” katanya.
Sumber : KP
Sabtu, 06 Oktober 2012
Mardikansyah Lepas Penegak Ke Papua
Kegiatan 5 tahunan
yang disebut Raimuna kembali di gelar. Kali ini Raimuna Nasional Ke-X
Pramuka Tahun 2012 akan berlangsung di Papua. Kwartir Cabang Paser turut
ambil bagian dengan mengirimkan 8 putra dan 8 putri Penegak, 2 bina damping, 5
peninjau dengan pimpinan kontingen Drs H Nasradin.
Wakil Bupati Paser HM Mardikansyah,
SH, Map melepas kontingen ini pada jumat (4/10) di halaman kantor Bupati Paser.
Dalam kesempatan itu Mardikansyah berharap kontingen dapat menjaga nama baik
daerah serta memperkenalkan Paser. “Pramuka Penegak dari seluruh Inndonesia
akan berkumpul di Bumi Cenderawasih. Saya harap kontingen Paser dapat
mengenalkan Paser kepada saudara-saudara”, ujarnya.
Menurutnya Pramuka merupakan wadah
yang ideal dan strategis untuk mencetak kader anak bangsa yang nasionalis.
“Saya bangga karena kabupaten Paser beberapa tahun ini mengalami banyak
kemajuan dan menuai prestasi yang membanggakan, baik bidang pendidikan, seni
dan budaya. Geliat pembangunan pun kian digalakkan dan ini memerlukan
dukungan dari berbagai pihak termasuk sumber daya manusia. Pramuka merupakan
salah satu pencetak generasi Paser yang berkualitas”, tukasnya.
Kontingen Paser ini merupakan
gabungan dari hasil seleksi 6 Kwartir Ranting (kwaran) dan Kwartir Cabang
(kwarcab). “Ada 6 Kwaran yaitu Kecamatan Tanah Grogot, Kec Long Ikis, Kec Muara
Komam, Kec Kuaro, Kec Long Kali dan Kec Pasir Belengkong”, jelas Muhammad Sidik
Said, SH Ketua Kwarcab Paser. Kegiatan ini berlangsung dari 8-15 Oktober 2012.
Sumber Humaspro
Jumat, 28 September 2012
HUT Pramuka di Kabupaten Paser
Tana Paser , Pandu Paser – Seyogyanya HUT Pramuka diperingati
setiap 14 Agustus. Namun ketika baru digelar pada Selasa (18/9) tidak
mengurangi kemeriahan apel besar di Halaman Kantor Bupati Paser. Dengan
formasi lengkap Unsur Muspida, Wakil Bupati dan Ketua DPRD Kabupaten
Paser turut hadir.
Pada kesempatan itu, usai apel sederet atraksi pun
digelar. Berturut-turut ditampilkan dari Regu Putri Berprestasi pemenang
Lomba Tingkat IV, Senam Borgol dari Anggota Saka Bhayangkara, Senam
Kreasi Semaphore dari Gugus Depan (Gudep) SMAN 1 Pasir Belengkong.
Kemudian Senam Lantas dari Saka Bhayangkara Polres Paser, Tari Saman
dari Gudep SMPN 5 Tanah Grogot, Tari Berburu Oleh Gudep SMPN 2 Tanah
Grogot dan terakhir Tari Ronggeng Dari Gudep MTs Negeri Tanah Grogot.
Sederet prestasi pun diumumkan. Ketua Kwartir
Cabang Tanah Grogot Muhammad Sidik, SH menerangkan bahwa pada ajang
Lomba Tingkat IV Provinsi Kalimatan Timur di Kutai barat berhasil meraih
satu panji. “Pada ajang itu, Gugus Depan MTs Negeri Tanah Grogot meraih
Panji Regu Putri Berprestasi”, ujarnya. Ia pun menerangkan bahwa pada
8-15 Oktober mendatang, sebanyak 8 putra, 8 putri dan 4 bina damping
akan mengikuti Raimuna Nasional di Papua. “Dan pada 17 November 2012
akan digelar Perkemahan Putri Nasional di Jambi. Sebanyak 8 putri dan 2
bina damping ikut serta pada kegiatan tersebut.sumber Humas Pemkab Paser
Rabu, 15 Agustus 2012
RENUNGAN DAN ULANG JANJI PRAMUKA KWARTIR CABANG GERAKAN PRUMUKA KABUPATEN PASER
Tana
Paser– Dalam
rangka Memperingati Hari Ulang Tahun
Gerakan Pramuka yang ke – 51 anggota Pramuka Kwartir Cabang Gerakan Pramuka
Kabupaten Paser menggelar Renungan dan Ulang Janji. Kegiatan ini dihadiri
Pengurus Kwartir Cabang, Andalan Cabang, juga tampak hadir Pengurus Kwartir
Ranting Tanah Grogot, Kwartir Ranting Kuaro ,Kwartir Ranting Long Ikis, Dewan
Kerja Cabang Paser, Dewan Kerja Ranting Tanah Grogot serta perwakilan SMA /
SMK/ MA Tanah Grogot adapun pelaksanaannya dilaksanakan di Halaman
Kwartir Cabang Kabupaten Paser Selasa Malam ( 14/8 ) Upacara Renungan dan Ulang
Janji di Pimpin langsung Ketua Kwartir Cabang Kabupaten Paser HM.Sidik Said, SH
![]() |
| Foto : Peserta Upacara Ulang Janji dan Renungan |
Kwartir
Cabang HM. Sidik Said,SH yang keseharian juga menjabat Camat Muara Komam
mengatakan kegiatan ulang janji merupakan adat Gerakan Pramuka yang
dilaksanakan serempak di seluruh Indonesia pada malam 14 Agustus yang merupakan
hari kelahiran Pramuka itu sendiri. Kegiatan ulang janji ini merupakan kegiatan
untuk mengintrospeksi sejauh mana perjuangan gerakan Pramuka terhadap Bangsa
dan Negara kita Indonesia.
“
Ulang janji ini merupakan kegiatan rutin yang sudah menjadi kebiasaan serta adat
yang diisi dengan renungan mengenai perjuangan gerakan Pramuka “ terangnya.
Sementara
pelaksanaan upacara HUT Pramuka ke – 51, HM.Sidik Said,SH menjelaskan bakal
digelar pada bulan September 2012 mendatang. Hal ini dikarenakan pada tahun
2012 ini HUT bertepatan dengan pelaksanaan ibadah puasa dan libur sekolah
sehingga pihaknya memandang perlu untuk menundanya.
Sekedar
diketahui, kegiatan ulang janji merupakan kegiatan ceremonial. Dimulai dengan
pembukaan kemudian dilanjutkan dengan penyalaan Api Dasa Dharma, Penghormatan
Bendera Merah Putih, Pembacaan Renungan, Ulang janji dan diakhiri dengan lagu Padamu
Negeri (spn)
Selasa, 14 Agustus 2012
UNTUK MENGINGAT KEMBALI SEJARAH KEPRAMUKAAN DI INDONESIA
Sejarah
Gerakan Pramuka atau Kepanduan
di Indonesia
telah dimulai sejak tahun 1923 yang ditandai dengan didirikannya (Belanda)
Nationale Padvinderij Organisatie
(NPO) di Bandung.[1]
Sedangkan di tahun yang sama, di Jakarta didirikan (Belanda)
Jong
Indonesische Padvinderij Organisatie (JIPO).[1]
Kedua organisasi cikal bakal kepanduan di Indonesia ini meleburkan diri menjadi satu, bernama (Belanda) Indonesische
Nationale Padvinderij Organisatie (INPO) di Bandung
pada tahun 1926.[1]
Pada tanggal 26 Oktober
2010, Dewan Perwakilan Rakyat mengabsahkan
Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka. Berdasarkan UU ini,
maka Pramuka bukan lagi satu-satunya organisasi yang boleh menyelenggarakan
pendidikan kepramukaan. Organisasi profesi juga diperbolehkan untuk
menyelenggarakan kegiatan kepramukaan
Tujuan
Kepramukaan
Gerakan Pramuka sebagai
penyelenggara pendidikan kepanduan Indonesia yang merupakan bagian pendidikan
nasional, bertujuan untuk membina kaum muda dalam mencapai sepenuhnya
potensi-potensi spiritual, social, intelektual dan fisiknya, agara mereka bias:
- Membentuk, kepribadian dan akhlak mulia kaum muda
- Menanamkan semangat kebangsaan, cinta tanah air dan bela negara bagi kaum muda
- Meningkatkan keterampilan kaum muda sehingga siap menjadi anggota masyarakat yang bermanfaat, patriot dan pejuang yang tangguh, serta menjadi calon pemimpin bangsa yang handal pada masa depan.
Prinsip
dasar Kepramukaan
Gerakan Pramuka berlandaskan
prinsip-prinsip dasar sebagai berikut:
- Iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
- Peduli terhadap bangsa dan tanah air, sesama hidup dan alam
- Peduli terhadap dirinya pribadi
- Taat kepada Kode Kehormatan Pramuka
Metode
Kepramukaan
Metode Kepramukaan merupakan cara
belajar interaktif progresif melalui:
- Pengamalan Kode Kehormatan Pramuka
- Belajar sambil melakukan kegiatan yang menyenangkan atau menghibur
- Sistem berkelompok
- Kegiatan yang menantang dan meningkat serta mengandung pendidikan yang sesuai dengan perkembangan rohani dan jasmani peserta didik
- Kegiatan di alam terbuka
- Sistem tanda kecakapan
- Sistem satuan terpisah untuk putera dan puteri
- Kiasan Dasar
Sifat
Kepramukaan
Lambang
Gerakan Pramuka (menurut Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah
Tangga) adalah Tunas Kelapa, dikenakan
pada kerah kiri baju pramuka dan Lambang WAGGGS yang
dikenakan pada kerah kanan baju pramuka puteri. Sedangkan untuk putera, Lambang
Gerakan Pramuka dikenakan pada kantung sebelah kiri, sedangkan
Lambang WOSM
pada kantung sebelah kanan kemeja. Emblem lokasi wilayah Gerakan Pramuka
(berdasarkan provinsi)
dikenakan pada lengan sebelah kanan baju Pramuka.
Berdasarkan resolusi Konferensi
Kepanduan Sedunia tahun 1924 di Kopenhagen, Denmark, maka kepanduan mempunyai tiga sifat atau ciri khas,
yaitu :
- Nasional, yang berarti suatu organisasi yang menyelenggarakan kepanduan di suatu negara haruslah menyesuaikan pendidikannya itu dengan keadaan, kebutuhan dan kepentingan masyarakat, bangsa dan negara.
- Internasional, yang berarti bahwa organisasi kepanduan di negara manapun di dunia ini harus membina dan mengembangkan rasa persaudaraan dan persahabatan antara sesama Pandu dan sesama manusia, tanpa membedakan kepercayaan/agama, golongan, tingkat, suku dan bangsa.
- Universal, yang berarti bahwa kepanduan dapat dipergunakan di mana saja untuk mendidik anak-anak dari bangsa apa saja
Baden
Powell-Bapak Pandu Sedunia"
Baden-Powell
dilahirkan di Paddington, London pada 1857. Dia adalah anak ke-6 dari 8 anak
profesor Savilian yang mengajar geometri di Oxford. Ayahnya, pendeta Harry
Baden-Powell, meninggal ketika dia berusia 3 tahun, dan ia dibesarkan oleh
ibunya, Henrietta Grace Smith, seorang wanita yang berketetapan bahwa
anak-anaknya harus berhasil. Baden-Powell berkata tentang ibunya pada 1933,
"Rahasia keberhasilan saya adalah ibu saya." Selepas menghadiri Rose
Hill School, Tunbridge Wells, Baden-Powell dianugerahi beasiswa untuk sekolah
umum Charterhouse. Perkenalannya kepada kemahiran pramuka adalah memburu dan
memasak hewan - dan menghindari guru - di hutan yang berdekatan, yang juga
merupakan kawasan terlarang.
Dia juga bermain piano dan biola, mampu melukis dengan baik dengan menggunakan kedua belah tangan dengan tangkas, dan gemar bermain drama. Masa liburan dihabiskan dengan ekspedisi belayar atau berkanu dengan saudara-saudaranya.
Pada tahun 1876, Baden-Powell bergabung dengan 13th Hussars di India. Pada tahun 1895 dia bertugas dengan dinas khusus di Afrika dan pulang ke India pada tahun 1897 untuk memimpin 5th Dragoon Guards.
Baden-Powell saling berlatih dan mengasah kemahiran kepanduannya dengan suku Zulu pada awal 1880-an di jajahan Natal Afrika Selatan di mana resimennya ditempatkan dan ia diberi penghargaan karena keberaniannya. Ada 3 penghargaan yang diberi angkatan perang Zulu yaitu:
impressa : serigala yang tak pernah tidur, karena dia sering berjaga-jaga saat malam.
kantankye : orang pemakai topi lebar, karena dia selalu memakai topi lebar.
m'hlalapanzi: orang bertiarap yang siap menembak.
Kemahirannya mengagumkan dan dia kemudian dipindahkan ke dinas rahasia Inggris. Dia sering bertugas dengan menyamar sebagai pengumpul kupu-kupu, memasukkan rancangan instalasi militer ke dalam lukisan-lukisan sayap kupu-kupunya.
Baden-Powell kemudian ditempatkan di dinas rahasia selama 3 tahun di daerah Mediterania yang berbasis di Malta. Dia kemudian memimpin gerakan ketentaraannya yang berhasil di Ashanti, Afrika, dan pada usia 40 dipromosikan untuk memimpin 5th Dragoon Guards pada tahun 1897. Beberapa tahun kemudian, dia menulis buku panduan ringkas bertajuk "Aids to Scouting", ringkasan ceramah yang dia berikan mengenai peninjau ketentaraan, untuk membantu melatih perekrutan tentara baru. Menggunakan buku ini dan kaidah lain, ia melatih mereka untuk berpikir sendiri, menggunakan daya usaha sendiri, dan untuk bertahan hidup dalam hutan.
Baden-Powell kembali ke Afrika Selatan sebelum Perang Boer dan terlibat dalam beberapa tindakan melawan Zulu. Dinaikkan pangkatnya pada masa Perang Boer menjadi kolonel termuda dalam dinas ketentaraan Britania, dia bertanggung jawab untuk organisasi pasukan perintis yang membantu tentara biasa. Ketika merencanakan hal ini, dia terperangkap dalam pengepungan Mafeking, dan dikelilingi oleh tentara Boer yang melebihi 8.000 orang. Walaupun berjumlah lebih kecil, garnisun itu berhasil bertahan dalam pengepungan selama 217 hari. Sebagian besar keberhasilan itu dikatakan sebagai hasil beberapa muslihat yang dilaksanakan atas perintah Baden-Powell sebagai komandan garnisun. Ranjau-ranjau palsu ditanam, dan tentaranya diperintah untuk menghindari pagar kawat olok-olok (tidak ada) saat bergerak antara parit kubu.
Baden-Powell melaksanakan kebanyakan kerja peninjauan secara pribadi dan membina pasukan kanak-kanak asli untuk berjaga dan membawa pesan-pesan, kadang menembus pertahanan lawan. Banyak dari anak-anak ini kehilangan nyawanya dalam melaksanakan tugas. Baden-Powell amat kagum dengan keberanian mereka dan kesungguhan mereka yang ditunjukkan ketika melaksanakan tugas. Pengepungan itu dibubarkan oleh Pembebasan Mafeking pada 16 Mei 1900. Naik pangkat sebagai Mayor Jendral, Baden-Powell menjadi pahlawan nasional.
Setelah mengurusi pasukan polisi Afrika Selatan Baden-Powell kembali ke Inggris untuk bertugas sebagai Inspektur Jendral pasukan berkuda pada tahun 1903.
Setelah kembali, Baden-Powell mendapati buku panduan ketentaraannya "Aids to Scouting" telah menjadi buku terlaris, dan telah digunakan oleh para guru dan organisasi pemuda.
Kembali dari pertemuan dengan pendiri Boys' Brigade, Sir William Alexander Smith, Baden-Powell memutuskan untuk menulis kembali Aids to Scouting agar sesuai dengan pembaca remaja, dan pada tahun 1907 membuat satu perkemahan di Brownsea Island bersama dengan 22 anak lelaki yang berlatar belakang berbeda, untuk menguji sebagian dari idenya. Buku "Scouting for Boys" kemudian diterbitkan pada tahun 1908 dalam 6 jilid.
Kanak-kanak remaja membentuk "Scout Troops" secara spontan dan gerakan Pramuka berdiri tanpa sengaja, pada mulanya pada tingkat nasional, dan kemudian pada tingkat internasional. Gerakan pramuka berkembang seiring dengan Boys' Brigade. Suatu pertemuan untuk semua pramuka diadakan di Crystal Palace di London pada 1908, di mana Baden-Powell menemukan gerakan Pandu Puteri yang pertama. Pandu Puteri kemudian didirikan pada tahun 1910 di bawah pengawasan saudara perempuan Baden-Powell, Agnes Baden-Powell.
Walaupun dia sebenarnya dapat menjadi Panglima Tertinggi, Baden Powell memuutuskan untuk berhenti dari tentara pada tahun 1910 dengan pangkat Letnan Jendral menuruti nasihat Raja Edward VII, yang mengusulkan bahawa ia lebih baik melayani negaranya dengan memajukan gerakan Pramuka.
Pada Januari 1912 Baden-Powell bertemu calon isterinya Olave Soames di atas kapal penumpang (Arcadia) dalam perjalanan ke New York untuk memulai Lawatan Pramuka Dunia. Olave berusia 23, Baden-Powell 55, dan mereka berkongsi tanggal lahir. Mereka bertunangan pada September tahun yang sama dan menjadi sensasi pers, mungkin karena ketenaran Baden-Powell, karena perbedaan usia seperti itu lazim pada saat itu. Untuk menghindari gangguan pihak pers, mereka melangsungkan pernikahan secara rahasia pada 30 Oktober 1912. Dikatakan bahwa Baden-Powell hanya memiliki satu petualangan lain dengan wanita (pertunganannya yang gagal dengan Juliette Magill Kinzie Gordon).
Pramuka Inggris menyumbang satu penny masing-masing dan mereka membelikan Baden-Powel hadiah pernikahan, yaitu sebuah mobil Rolls Royce.
Ketika pecah Perang Dunia I pada tahun 1914, Baden-Powell menawarkan dirinya kepada Jabatan Perang. Tiada tanggung jawab diberikan kepada beliau, sebab, seperti yang dikatakan oleh Lord Kitchener: "dia bisa mendapatkan beberapa divisi umum dengan mudah tetapi dia tidak dapat mencari orang yang mampu meneruskan usaha baik Boy Scouts." Kabar angin menyatakan Baden-Powell terkait dalam kegiatan spionase dan dinas rahasia berusaha untuk menggalakkan mitos tersebut.
Baden-Powell dianugerahi gelar Baronet pada tahun 1922, dan bergelar Baron Baden-Powell, dari Gilwell dalam County Essex, pada tahun 1929. Taman Gilwell adalah tempat latihan Pemimpin Pramuka Internasional. Baden-Powell dianugerahi Order of Merit dalam sistem penghormatan Inggris pada tahun 1937, dan dianugerahi 28 gelar lain dari negara-negara asing.
Dalam sajak singkat yang ia tulis, ia menjelaskan bagaimana mengucapkan namanya:
Man, Nation, Maiden
Please call it Baden.
Further, for Powell
Rhyme it with Noël.
Dibawah usaha gigihnya pergerakan Pramuka dunia berkembang. Pada tahun 1922 terdapat lebih dari sejuta pramuka di 32 negara; pada tahun 1939 jumlah pramuka melebihi 3,3 juta orang.
Keluarga Baden-Powell memiliki tiga anak – satu anak laki-laki dan dua perempuan (yang mendapat gelar-gelar kehormatan pada 1929; anak laki-lakinya kemudian menggantikan ayahnya pada 1941:
* Peter, kemudian 2nd Baron Baden-Powell (1913-1962)
* Hon. Heather Baden-Powell (1915-1986)
* Hon. Betty Baden-Powell (1917-2004) yang pada 1936 menikah dengan Gervase Charles Robert Clay (lahir 1912 dan memiliki 3 anak laki-laki dan 1 perempuan)
Tidak lama selepas menikah, Baden-Powell berhadapan dengan masalah kesehatan, dan mengalami beberapa serangan penyakit. Ia menderita sakit kepala terus menerus, yang dianggap dokternya berasal dari gangguan psikosomatis dan dirawat dengan analisa mimpi. Sakit kepala ini berhenti setelah ia tidak lagi tidur dengan Olave dan pindah ke kamar tidur baru di balkon rumahnya. Pada tahun 1934 prostatenya dibuang, dan pada tahun 1939 dia pindah ke sebuah rumah yang dibangunnya di Kenya, negara yang pernah dilawatinya untuk berehat. Dia meninggal dan dimakamkan di Kenya, di Nyeri, dekat Gunung Kenya, pada 8 Januari 1941.
Pada 1938 Royal Academy of Sweden menganugerahkan Lord Baden-Powell dan semua gerakan Pramuka hadiah Nobel Perdamaian untuk tahun 1939. Tapi pada 1939 Royal Academy memutuskan untuk tidak menganugerahkan hadiah untuk tahun itu, karena pecahnya Perang Dunia II.
Pergerakan Pramuka dan Pandu Puteri merayakan 22 Februari sebagai hari B-P, tanggal lahir bersama Robert dan Olave Baden-Powell, untuk memperingati dan meraikan jasa Ketua Pramuka dan Ketua Pandu Puteri Dunia.
Referensi :
- http://id.wikipedia.org/wiki/Robert_Baden-Powell
Dia juga bermain piano dan biola, mampu melukis dengan baik dengan menggunakan kedua belah tangan dengan tangkas, dan gemar bermain drama. Masa liburan dihabiskan dengan ekspedisi belayar atau berkanu dengan saudara-saudaranya.
Pada tahun 1876, Baden-Powell bergabung dengan 13th Hussars di India. Pada tahun 1895 dia bertugas dengan dinas khusus di Afrika dan pulang ke India pada tahun 1897 untuk memimpin 5th Dragoon Guards.
Baden-Powell saling berlatih dan mengasah kemahiran kepanduannya dengan suku Zulu pada awal 1880-an di jajahan Natal Afrika Selatan di mana resimennya ditempatkan dan ia diberi penghargaan karena keberaniannya. Ada 3 penghargaan yang diberi angkatan perang Zulu yaitu:
impressa : serigala yang tak pernah tidur, karena dia sering berjaga-jaga saat malam.
kantankye : orang pemakai topi lebar, karena dia selalu memakai topi lebar.
m'hlalapanzi: orang bertiarap yang siap menembak.
Kemahirannya mengagumkan dan dia kemudian dipindahkan ke dinas rahasia Inggris. Dia sering bertugas dengan menyamar sebagai pengumpul kupu-kupu, memasukkan rancangan instalasi militer ke dalam lukisan-lukisan sayap kupu-kupunya.
Baden-Powell kemudian ditempatkan di dinas rahasia selama 3 tahun di daerah Mediterania yang berbasis di Malta. Dia kemudian memimpin gerakan ketentaraannya yang berhasil di Ashanti, Afrika, dan pada usia 40 dipromosikan untuk memimpin 5th Dragoon Guards pada tahun 1897. Beberapa tahun kemudian, dia menulis buku panduan ringkas bertajuk "Aids to Scouting", ringkasan ceramah yang dia berikan mengenai peninjau ketentaraan, untuk membantu melatih perekrutan tentara baru. Menggunakan buku ini dan kaidah lain, ia melatih mereka untuk berpikir sendiri, menggunakan daya usaha sendiri, dan untuk bertahan hidup dalam hutan.
Baden-Powell kembali ke Afrika Selatan sebelum Perang Boer dan terlibat dalam beberapa tindakan melawan Zulu. Dinaikkan pangkatnya pada masa Perang Boer menjadi kolonel termuda dalam dinas ketentaraan Britania, dia bertanggung jawab untuk organisasi pasukan perintis yang membantu tentara biasa. Ketika merencanakan hal ini, dia terperangkap dalam pengepungan Mafeking, dan dikelilingi oleh tentara Boer yang melebihi 8.000 orang. Walaupun berjumlah lebih kecil, garnisun itu berhasil bertahan dalam pengepungan selama 217 hari. Sebagian besar keberhasilan itu dikatakan sebagai hasil beberapa muslihat yang dilaksanakan atas perintah Baden-Powell sebagai komandan garnisun. Ranjau-ranjau palsu ditanam, dan tentaranya diperintah untuk menghindari pagar kawat olok-olok (tidak ada) saat bergerak antara parit kubu.
Baden-Powell melaksanakan kebanyakan kerja peninjauan secara pribadi dan membina pasukan kanak-kanak asli untuk berjaga dan membawa pesan-pesan, kadang menembus pertahanan lawan. Banyak dari anak-anak ini kehilangan nyawanya dalam melaksanakan tugas. Baden-Powell amat kagum dengan keberanian mereka dan kesungguhan mereka yang ditunjukkan ketika melaksanakan tugas. Pengepungan itu dibubarkan oleh Pembebasan Mafeking pada 16 Mei 1900. Naik pangkat sebagai Mayor Jendral, Baden-Powell menjadi pahlawan nasional.
Setelah mengurusi pasukan polisi Afrika Selatan Baden-Powell kembali ke Inggris untuk bertugas sebagai Inspektur Jendral pasukan berkuda pada tahun 1903.
Setelah kembali, Baden-Powell mendapati buku panduan ketentaraannya "Aids to Scouting" telah menjadi buku terlaris, dan telah digunakan oleh para guru dan organisasi pemuda.
Kembali dari pertemuan dengan pendiri Boys' Brigade, Sir William Alexander Smith, Baden-Powell memutuskan untuk menulis kembali Aids to Scouting agar sesuai dengan pembaca remaja, dan pada tahun 1907 membuat satu perkemahan di Brownsea Island bersama dengan 22 anak lelaki yang berlatar belakang berbeda, untuk menguji sebagian dari idenya. Buku "Scouting for Boys" kemudian diterbitkan pada tahun 1908 dalam 6 jilid.
Kanak-kanak remaja membentuk "Scout Troops" secara spontan dan gerakan Pramuka berdiri tanpa sengaja, pada mulanya pada tingkat nasional, dan kemudian pada tingkat internasional. Gerakan pramuka berkembang seiring dengan Boys' Brigade. Suatu pertemuan untuk semua pramuka diadakan di Crystal Palace di London pada 1908, di mana Baden-Powell menemukan gerakan Pandu Puteri yang pertama. Pandu Puteri kemudian didirikan pada tahun 1910 di bawah pengawasan saudara perempuan Baden-Powell, Agnes Baden-Powell.
Walaupun dia sebenarnya dapat menjadi Panglima Tertinggi, Baden Powell memuutuskan untuk berhenti dari tentara pada tahun 1910 dengan pangkat Letnan Jendral menuruti nasihat Raja Edward VII, yang mengusulkan bahawa ia lebih baik melayani negaranya dengan memajukan gerakan Pramuka.
Pada Januari 1912 Baden-Powell bertemu calon isterinya Olave Soames di atas kapal penumpang (Arcadia) dalam perjalanan ke New York untuk memulai Lawatan Pramuka Dunia. Olave berusia 23, Baden-Powell 55, dan mereka berkongsi tanggal lahir. Mereka bertunangan pada September tahun yang sama dan menjadi sensasi pers, mungkin karena ketenaran Baden-Powell, karena perbedaan usia seperti itu lazim pada saat itu. Untuk menghindari gangguan pihak pers, mereka melangsungkan pernikahan secara rahasia pada 30 Oktober 1912. Dikatakan bahwa Baden-Powell hanya memiliki satu petualangan lain dengan wanita (pertunganannya yang gagal dengan Juliette Magill Kinzie Gordon).
Pramuka Inggris menyumbang satu penny masing-masing dan mereka membelikan Baden-Powel hadiah pernikahan, yaitu sebuah mobil Rolls Royce.
Ketika pecah Perang Dunia I pada tahun 1914, Baden-Powell menawarkan dirinya kepada Jabatan Perang. Tiada tanggung jawab diberikan kepada beliau, sebab, seperti yang dikatakan oleh Lord Kitchener: "dia bisa mendapatkan beberapa divisi umum dengan mudah tetapi dia tidak dapat mencari orang yang mampu meneruskan usaha baik Boy Scouts." Kabar angin menyatakan Baden-Powell terkait dalam kegiatan spionase dan dinas rahasia berusaha untuk menggalakkan mitos tersebut.
Baden-Powell dianugerahi gelar Baronet pada tahun 1922, dan bergelar Baron Baden-Powell, dari Gilwell dalam County Essex, pada tahun 1929. Taman Gilwell adalah tempat latihan Pemimpin Pramuka Internasional. Baden-Powell dianugerahi Order of Merit dalam sistem penghormatan Inggris pada tahun 1937, dan dianugerahi 28 gelar lain dari negara-negara asing.
Dalam sajak singkat yang ia tulis, ia menjelaskan bagaimana mengucapkan namanya:
Man, Nation, Maiden
Please call it Baden.
Further, for Powell
Rhyme it with Noël.
Dibawah usaha gigihnya pergerakan Pramuka dunia berkembang. Pada tahun 1922 terdapat lebih dari sejuta pramuka di 32 negara; pada tahun 1939 jumlah pramuka melebihi 3,3 juta orang.
Keluarga Baden-Powell memiliki tiga anak – satu anak laki-laki dan dua perempuan (yang mendapat gelar-gelar kehormatan pada 1929; anak laki-lakinya kemudian menggantikan ayahnya pada 1941:
* Peter, kemudian 2nd Baron Baden-Powell (1913-1962)
* Hon. Heather Baden-Powell (1915-1986)
* Hon. Betty Baden-Powell (1917-2004) yang pada 1936 menikah dengan Gervase Charles Robert Clay (lahir 1912 dan memiliki 3 anak laki-laki dan 1 perempuan)
Tidak lama selepas menikah, Baden-Powell berhadapan dengan masalah kesehatan, dan mengalami beberapa serangan penyakit. Ia menderita sakit kepala terus menerus, yang dianggap dokternya berasal dari gangguan psikosomatis dan dirawat dengan analisa mimpi. Sakit kepala ini berhenti setelah ia tidak lagi tidur dengan Olave dan pindah ke kamar tidur baru di balkon rumahnya. Pada tahun 1934 prostatenya dibuang, dan pada tahun 1939 dia pindah ke sebuah rumah yang dibangunnya di Kenya, negara yang pernah dilawatinya untuk berehat. Dia meninggal dan dimakamkan di Kenya, di Nyeri, dekat Gunung Kenya, pada 8 Januari 1941.
Pada 1938 Royal Academy of Sweden menganugerahkan Lord Baden-Powell dan semua gerakan Pramuka hadiah Nobel Perdamaian untuk tahun 1939. Tapi pada 1939 Royal Academy memutuskan untuk tidak menganugerahkan hadiah untuk tahun itu, karena pecahnya Perang Dunia II.
Pergerakan Pramuka dan Pandu Puteri merayakan 22 Februari sebagai hari B-P, tanggal lahir bersama Robert dan Olave Baden-Powell, untuk memperingati dan meraikan jasa Ketua Pramuka dan Ketua Pandu Puteri Dunia.
Referensi :
- http://id.wikipedia.org/wiki/Robert_Baden-Powell
Sabtu, 11 Agustus 2012
SAMBUTAN KETUA KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA PADA PERINGATAN HARI PRAMUKA KE 51 TAHUN 2012
Yang
terhormat,
Kakak-kakak
Ketua Mabida dan Mabicab Gerakan Pramuka,
Kakak-kakak
Pimpinan Kwarda, Kwarcab dan Kwarran Gerakan
Pramuka,
Kakak-kakak
Pelatih dan Instruktur Gerakan Pramuka,
Kakak-kakak
Pembina Gugusdepan,
Adik-adik
Pramuka yang saya banggakan,
Assalamualaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam
sejahtera bagi kita semua,
Salam
Pramuka,
Marilah
kita bersama-sama memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa,
karena berkat rahmat dan hidayah-Nya kita dapat berkumpul bersama pada hari ini
dalam keadaan sehat walafiat untuk memperingati Hari Pramuka ke 51 pada tanggal
14 Agustus 2012, serta sekaligus memperingati 100 tahun masuknya gerakan
kepanduan ke Indonesia pada tahun 1912. Selaku Pimpinan Kwartir Nasional
Gerakan Pramuka, perkenankanlah saya pada kesempatan yang berbahagia ini
menyampaikan ucapan Selamat Hari Pramuka ke 51 kepada segenap keluarga besar
Gerakan Pramuka di manapun berada.
Semoga
peringatan Hari Pramuka kali ini dapat mendorong perkembangan dan kemandirian
Gerakan Pramuka untuk mempercepat keberhasilan dalam upaya pembentukan karakter
kaum muda yang lebih baik, serta sebagai calon pemimpin bangsa yang lebih
handal pada masa depan.
Kakak-kakak
dan adik-adik sekalian yang berbahagia,
Gerakan
Pramuka tetap relevan dengan perkembangan zaman. Walaupun era globalisasi penuh
dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, akan tetapi manusia tetap
merupakan faktor penentu yang paling utama. Untuk itulah, kita ingin membangun
manusia yang memiliki karakter, serta membangun bangsa yang memiliki watak yang
kuat.
Bukan hanya membangun manusia atau pemuda cerdas yang
menguasai ilmu pengetahuan, akan tetapi juga pemuda yang tangguh
kepribadiannya, luhur budi pekertinya, hidup dalam kerukunan, kompak serta
selalu bersatu. Karena pemuda demikianlah, yang akan sanggup menghadapi
tantangan globalisasi, sanggup menghadapi berbagai persoalan di negeri ini,
serta sanggup untuk menatap masa depan dengan lebih baik.
Revitalisasi
Gerakan Pramuka, yang merupakan salah satu pilar pendidikan bagi generasi muda
di Indonesia, telah berjalan selama enam tahun. Revitalisasi yang tujuan
pokoknya adalah untuk mengaktifkan kembali Gugusdepan sebagai ujung tombak
Gerakan Pramuka, untuk memantapkan eksistensi Gerakan Pramuka serta untuk meningkatkan
fungsi Gerakan Pramuka, dalam enam tahun ini telah memperlihatkan hasil yang
cukup menggembirakan.
Kakak-kakak
dan adik-adik sekalian yang berbahagia,
Secara
umum ada tiga sasaran pokok Revitalisasi Gerakan Pramuka yang telah dicanangkan
oleh Bapak Presiden RI pada tahun 2006.
Pertama,
memperkuat dasar hukum Gerakan
Pramuka sebagai organisasi pendidikan non formal di tanah air. Alhamdullilah
penguatan dasar hukum ini telah berhasil dicapai yakni dengan telah terbitnya
Undang-Undang Nomor 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka. Dengan telah
terbitnya Undang-Undang tersebut maka pelaksanaan pendidikan kepramukaan pada
saat ini tidak lagi hanya sekedar mengisi masa senggang kaum muda dengan
pelbagai kegiatan yang positif, akan tetapi telah meningkat menjadi kewajiban
undang-undang.
Kedua, pembaharuan sistem pendidikan kepramukaan.
Sebagaimana telah bebera kali dikemukakan, pembaharuan ini juga telah selesai
dilaksanakan. Pada saat ini pendidikan kepramukaan telah memiliki kurikulum
baru, konsep akreditasi Gugusdepan serta sertifikasi dan lisensi para pembina
juga telah berhasil disusun. Selanjutnya yang masih dalam tahap persiapkan
adalah pelaksanaan ujicoba pelbagai konsep tersebut khususnya akreditasi,
sertifikasi dan lisensi yang nantinya apabila berhasil akan diberlakukan secara
nasional.
Ketiga, kemandirian organisasi. Berbeda dengan sasaran
pertama dan kedua, sasaran ketiga ini masih memerlukan kerja keras.
Pembiayaan yang dibutuhkan untuk menopang kegiatan Pramuka memang sangat besar.
Sumber pembiayaan yang utama seyogyanya dari iuran anggota. Tetapi karena
kebanyakan anggota Pramuka berasal dari keluarga yang kurang mampu, kita tidak
mungkin menarik iuran tersebut. Dalam pelaksanaan sehari-hari justru para
anggota tersebut yang memerlukan bantuan.
Selanjutnya
adalah tidak mungkin untuk selama-lamanya bergantung pada bantuan pemerintah.
Untuk menjaga otonomi dan independensi organisasi, Gerakan Pramuka harus
memiliki sumber dana sendiri. Untuk itu, sebagaimana yang telah diamanatkan
oleh UU No 12 tahun 2010, serta sesuai pula dengan tema Hari Pramuka ke 51
tahun ini yakni “Tingkatkan Kemandirian Gerakan Pramuka untuk
Keberhasilan Pembentukan Karakter Kaum Muda”, saya menghimbau kiranya
seluruh kwartir dapat mulai memikirkan dan berupaya untuk membentuk unit usaha
yang dimaksud.
Sebagai
langkah awal, setiap kwartir perlu melakukan pendataan asset yang dimiliki,
untuk kemudian bagi aset yang dinilai pemanfaatannya kurang optimal, dapat
dikembangkan menjadi kegiatan usaha. Tentu saja pengembangan dan pengelolaan asset
dalam bentuk badan usaha tersebut dapat dilakukan bekerjasama dengan fihak
ketiga, sepanjang menguntungkan dan bermanfaat bagi Gerakan Pramuka.
Sesungguhnyalah,
telah merupakan tekad bagi Gerakan Pramuka, untuk tidak dan jangan tergantung
hanya pada bantuan pemerintah saja, meskipun bantuan tersebut sebenarnya
dijamin oleh undang-undang
Kakak-kakak
dan adik-adik sekalian yang berbahagia,
Dalam
kurun waktu enam tahun terakhir, kita semua melihat, bahwa revitalisasi Gerakan
Pramuka telah berhasil merubah cara pandang masyarakat terhadap Gerakan
Pramuka. Selaku penyelenggara pendidikan kepramukaan, Gerakan Pramuka memang
mempunyai peranan besar dalam pembentukan kepribadian generasi muda, yang pada
saat ini telah menjadi dambaan utama masyarakat Indonesia. .
Karena
sesungguhnyalah harus diakui bahwa pada saat ini banyak peristiwa yang terjadi
di sekeliling kita yang berpotensi dapat memerosotkan akhlak kaum muda. Dengan
perasaaan khawatir dan cemas, kita mengikuti di media massa pelbagai berita
tentang kejahatan, korupsi, kekerasan, tawuran dan kriminilitas serta berbagai
peristiwa lainnya yang dapat mengancam tidak hanya kaum muda tetapi juga masa
depan berbangsa dan bernegara.
Untuk
mengatasinya adalah tepat jika kita semua dapat lebih memantapkan penghayatan
dan pengamalan nilai-nilai yang tercantum dalam Tri Satya dan Dasa Darma
Pramuka, yaitu nilai-nilai luhur yang menjunjung tinggi keimanan, kejujuran,
cinta tanah air, kasih sayang sesama manusia, tolong menolong, gotong royong,
bertanggung jawab, disiplin, hormat kepada orang tua, sederhana, suci dalam
pikiran, perkataan dan perbuatan.
Kakak-kakak
dan adik-adik sekalian yang saya cintai,
Pada
kesempatan memperingati Hari Pramuka ke 51 ini perkenankanlah saya atas nama
Kwartir Nasional Gerakan Pramuka mengucapkan terima kasih kepada semua pihak
yang telah banyak memberikan bantuan bagi perkembangan dan kemajuan Gerakan
Pramuka. Mustahil kita dapat memiliki Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang
Gerakan Pramuka tanpa bantuan semua pihak.
Begitupula
kita telah menyempurnakan sistem pendidikan kepramukaan yang kini sedang tahap
proses ujicoba di beberapa daerah, dan insya Allah tahun 2013 mendatang akan
diimplementasikan di seluruh kwarda dan kwarcab. Dengan demikian,
penyelenggaraan pendidikan kepramukaan dapat diukur, baik dari aspek input,
proses ataupun output, yang pada gilirannya akan memberikan kontribusi dalam
mempersiapkan generasi muda menjadi pemimpin masa depan yang handal dan ahlakul
karimah.
Kepada
adik-adik anggota Pramuka di seluruh Indonesia, saya menyampaikan rasa bangga.
Sangatlah tepat adik-adik memilih Gerakan Pramuka sebagai kegiatan ekstra
kurikuler di sekolah, karena mengikuti sekolah formal saja tidak cukup
mengingat sangat terbatas waktu untuk mempelajari berbagai aspek moral dan
etika serta ketrampilan yang akan menjadi bekal hidup kelak dikemudian hari.
Untuk hasil yang optimal dalam pembentukan watak, kepribadian dan akhlak mulia,
adik-adik perlu menambah dan meningkatkan wawasan serta pemahaman antara lain
dengan mengikuti pendidikan nilai-nilai melalui Gerakan Pramuka.
Pada
kesempatan yang berbahagia ini, perkenankanlah pula saya mengajak kakak-kakak
anggota dewasa Gerakan Pramuka untuk lebih merapatkan barisan dan menyatukan
gerak langkah untuk percepatan dalam pembentukan karakter kaum muda Indonesia.
Kepada
para Pimpinan Kwartir Daerah, Kwartir Cabang, Kwartir Ranting Gerakan Pramuka
dan para Pembina Pramuka di seluruh Indonesia, saya menghimbau untuk kiranya
kita dapat secara bersama-sama meningkatkan kualitas gugusdepan sebagai wahana
pendidikan karakter bangsa.
Pada
kesempatan yang berbahagia ini perkenankanlah saya menyampaikan terima kasih
kepada semua pihak yang membantu. Ucapan terima kasih ini terutama saya
sampaikan kepada Bapak Presiden dan kepada bapak-bapak/ibu-ibu Menteri, serta
kepada bapak-bapak/ibu-ibu Gubernur serta bapak-bapak/ibu-ibu Bupati/ Walikota
di seluruh Indonesia. Begitupula ucapan terima kasih kami sampaikan kepada
segenap pimpinan lembaga legislatif yang selama ini telah membantu dalam
memperjuangkan alokasi dana Gerakan Pramuka. Tanpa bantuan bapak-bapak/ibu-ibu
semua, tidak mungkin Revitalisasi Gerakan Pramuka dapat dilaksanakan.
Kepada
para penerima penghargaan dari Gerakan Pramuka saya sampaikan selamat, terima
kasih dan penghargaan yang tinggi, atas jasa-jasa, pengabdian, dan kerjasamanya
dalam meningkatkan aktivitas Gerakan Pramuka. Mudah-mudahan penghargaan yang
telah diberikan dapat memacu untuk lebih membantu Gerakan Pramuka dalam
mencapai tujuannya.
Akhirnya
semoga upaya yang kita lakukan senantiasa mendapatkan ridho Tuhan Yang Maha
Kuasa.
Satu
Pramuka untuk Satu Indonesia, Jayalah Pramuka dan Jayalah Indonesiaku.
Wassalamualaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam
Pramuka,
Jakarta,
14 Agustus 2012
Kwartir
Nasional Gerakan Pramuka
Ketua,
ttd
Prof. Dr. dr. Azrul Azwar, MPH
Langganan:
Postingan (Atom)






